Ketua PGRI Cabang Kab. Cianjur, Tanggapi Hasil Rotasi yang Dinilai Ada ‘Kejanggalan’

Ketua PGRI Cabang Kab. Cianjur, Drs.H.Jum'ati, M.Pd. (Foto: Yan)

BERITABUANA.CO, CIANJUR – Ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di lingkungan Dinas P&K Kabupaten Cianjur, yang telah mengikuti pelantikan rotasi, mutasi dan promosi Kepsek SD dan SMP pada Selasa sore (7/1/2020), belakangan ini tengah menunggu Surat Keputusan (SK). Namun hasil dari pelantikan itu, banyak pula kepsek merasa tidak puas atas penempatan jabatan di sekolah barunya. Oleh karena itu, timbul kontradiksi, mereka menilai rotasi, mutasi dan promosi adanya ‘kejanggalan’.

Menanggapi hal itu, beritabuana.co menemui Jum’ati, Sekretaris Komisi D dari Fraksi Golkar, Anggota DPRD Kab. Cianjur yang juga Ketua PGRI cab Kab.Cianjur, dikediamannya, Rabu pagi (15/1/2020).

Menyebutkan pro dan kontra pasti ada. Terkait dengan itu komisi A DPRD Kabupaten Cianjur telah menemui BKPPD Kabupaten Cianjur.

Kapasitas sebagai Ketua PGRI cabang Cianjur, Jum’ati menyampaikan yang namanya rotasi dan mutasi bagi anggota PGRI itu sebuah kelumrahan, ada yang diuntungkan, ada yang dirugikan asalkan sesuai aturan.

Terkait sistem zonasi, itu tidak berlaku untuk kepsek, kecuali guru lantaran Kepsek disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan telah ternilai prestasinya. Misalnya, ada tiga sekolah yang membutuhkan kepsek intelektual. Dan, ada Kepsek yang ternilai, maka kepsek tersebut harus bersedia ditugaskan sekalipun ditempatkan di daerah jauh/terpencil.

“Itu kan tugas dinas dalam pengabdian dan itu atas kebijakan pimpinan,” tandasnya sembari melanjutkan pembicaraan.

Demikian juga dengan Kepsek yang kembali ke sekolah semula. Dia pindah atas dasar hasil rotasi-mutasi dalam sistim pengocokan masa lalu.

Kata Jum’ati, sekalipun draf semula ditingkat Koordinator Pendidikan Kecamatan dianggap valid, tetapi belum tentu di atas meng- acc nya. Maka bisa terjadi perubahan dalam penempatan.

“Mungkin saja pertimbangan atas dasar Kepsek tersebut disiplin dan berprestasi, itu kan kebijakan pimpinan di atas,” ujarnya.

Saat disinggung dugaan soal kedekatan yang berujung KKN dan kental politis, Jum’ati tidak mau komentar sejauh itu.

“Sejauh itu, saya tidak tahu. Hal itu tidak ada bukti. Saya hanya menilai bahwa kepsek itu mempunyai kedisiplinan dan prestasi. Jadi dibutuhkan oleh pihak sekolah tersebut,” tandasnya.

Mengenai adanya sekolah yang tercatat ada dua nama kepsek calon yang akan menjabatnya. Menurut Jum’ati, Itu hanya merupakan sebuah kesalahan tehnis. Tinggal tunggu revisi dari BKPPD ataupun Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur.

“Siapa yang berhak dan pantas menjabat di sekolah itu. Gak mungkin satu sekolah dijabat dua Kepsek,” pungkas Jum’ati. (YS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here