Kejakgung Jadwalkan Pemanggilan 6 Saksi Terkait Skandal Jiwasraya

Kapuspenkum Kejakgung, Hari Setiyono.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejakgung) kembali menjadwalkan pemanggilan terhadap enam orang saksi, terkait kasus dugaan korupsi yang menyebabkan gagal bayar asuransi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Keenam saksi tersebut berasal dari pihak swasta, dimana beberapa di antaranya memegang jabatan tinggi di perusahaan tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono saat dikonfirmasi wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (15/1/2020)

Berikut nama-nama keenam saksi yang bakal diperiksa penyidik Kejakgung; Direktur PT Pan Arcadia Asset Management Irawan Gunari, Direktur PT Pool Advista Asset Management Ferro Budhimeilano, Direktur PT MNC Asset Management Frery Kojongian.

Kemudian, Direktur PT Sinar Mas Asset Management Alex Setyawan, mantan Direktur Pemasaran PT GAP Asset Management Arifadhi Soesilarto, dan mantan Marketing PT GAP Asset Management Ratna Puspitasari.

Dalam perkara gagal bayar perusahaan asuransi pelat merah ini, terakhir Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka. Tiga orang di antaranya tercatat pernah menjadi petinggi di Jiwasraya antara lain mantan Direktur Utama Hendrisman Rahim, mantan Kepala Investasi dan Divisi Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, dan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo.

Sementara, dua tersangka lainnya dari pihak swasta yakni Komisaris PT Hanson Tradisional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode lalu perihal dugaan Fraud di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dalam hal ini, Kejaksaan Agung memperkirakan potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun akibat kasus yang menjerat asuransi pelat merah tersebut. (Oisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here