Tindaklanjuti Arahan Presiden, KLHK Berupaya Tingkatkan RHL

by -
Menteri LHK Siti Nurbaya dan Wakil Menteri LHK, Alue Dohong, saat memimpin Rakernis Pelaksanaan RHL DAS.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang menginginkan agar upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) ditingkatkan untuk memulihkan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pelaksanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Daerah Aliran Sungai (DAS), Senin (13/1/2020). Rakernis dipimpin langsung oleh Menteri LHK Siti Nurbaya dan Wakil Menteri LHK, Alue Dohong,

“Dalam rapat kemarin, saya mendengar lebih banyak, evaluasi kegiatan RHL tahun 2019 dan rencana tahun 2020 dari seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengendalian DAS di seluruh Indonesia,” kata Menteri Siti kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Sebelumnya dalam pengantarnya, Menteri LHK menerangkan bahwa pembahasan pada rapat ini salah satunya adalah pencegahan dan penanganan bencana banjir berbasis DAS seperti penataan ruang wilayah dan penggunaan secara proporsional, pembuatan bangunan pengendali banjir, revegetasi di lahan pasca tambang, serta penegakan hukum.

Melanjutkan pernyataannya, Menteri Siti mengatakan, Rakernis juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan bahwa upaya RHL harus ditingkatkan untuk memulihkan lingkungan.

“Bapak Presiden menegaskan menegaskan secara khusus, bahwa RHL harus ditingkatkan berkali-kali lipat sebagai upaya untuk pemulihan lingkungan,” ungkapnya.

Pada Rakernis, masih menurut Siti, seluruh pimpinan UPT Pengelolaan DAS seluruh Indonesia juga mencermati paparan dari perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sebelumnya, Deputi bidang Klimatologi, Herizal yang mewakili Kepala BMKG menyampaikan bahwa pola hujan tahun 2020 diprediksi mirip dengan pola normalnya. Dari model-model pengamatan yang dilakukan, pihaknya memprediksi bahwa untuk tahun 2020 iklim kita normal, ketika musim hujan dia sama seperti dengan normalnya, ketika dia musim kemarau, dia juga seperti pada normalnya.

Sementara Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, KLHK, Sigit Hardwinarto juga memberikan paparan kepada peserta rakernis terkait penanganan atau pengendalian banjir berbasis DAS dalam rangka pelaksanaan RHL.

Sigit yang juga sebagai ahli dalam pengengolaan DAS menerangkan bahwa penanganan atau pengendalian banjir di DAS dilakukan dengan Penataan Ruang Wilayah & Penggunaan Lahan di DAS antara lain pembagian atau penataan ruang dan penggunaan lahan secara proporsional, implementasi prinsip kesesuaian penggunaan lahan atau Land System.

Selanjutnya adalah melalui tindakan sipil teknis dan tindakan vegetatif. Contoh tidakan sipil teknis antara lain dengan pembuatan bangunan pengendali banjir seperti waduk, bendungan, normalisasi saluran sungai, dan lain sebagainya. Sedangkan tindakan vegetatif adalah dengan melakukan pelaksanaan kegiatan RHL dan bangunan KTA, melalui kegiatan penghijauan dan reboisasi, serta revegetasi di lahan pasca tambang.

Sigit juga menekankan bahwa penegakan hukum harus dilakukan, penyimpangan terhadap tata ruang dan ekstraksi SDA yang illegal perlu ditindak dengan tegas. Selain itu, kerjasama secara intensif dengan instansi-instansi terkait penegakan hukum juga harus ditingkatkan. Terakhir adalah penguatan kelembagaan, Mengintensifkan komunikasi antara kementerian lembaga, pemerintah daerah, dan lembaga terkait lainnya.

Narasumber lainnya pada rakernis ini adalah, Chay Asdak, pakar hidrologi dan lingkungan dari Universitas Padjajaran yang menyampaikan paparan terkait pengendalian bencana hidrometeorologi pendekatan sungai atau DAS, serta Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai, Ditjen PDASHL, KLHK, Saparis Soedarjanto yang menjelaskan konsep menara air dengan penanaman pohon. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *