Tanggapi Pelaporan KAKI ke MKD DPR, Azis Bantah Minta Fee DAK Lampung Tengah

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin membantah kalau dirinya meminta fee atau ongkos terkait pengesahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah tahun 2017 saat menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Hal ini disampaikan Azis dihubungi wartawan, Selasa (14/1/2020), menanggapi langkah Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) yang melaporkannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Azis menghargai langkah yang dilakukan KAKI dengan melaporkan dirinya ke MKD. Namun, dirinya berharap langkah tersebut tak mengarah pada upaya pembunuhan karakter.

“Sebagai warga negara, saya menghargai proses yang sedang berjalan. Dan terkait dengan diri saya, berharap tidak dipolitisasi yang mengarah kepada pembunuhan karakter,” ujar dia.

Sebelumnya, Azis dilaporkan KAKI ke MKD DPR RI, karena diduga meminta fee atau ongkos pengesahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Lampung Tengah tahun 2017 saat menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR. Pelaporan KAKI itu diwakilkan Perhimpunan Advokat Pro-Demokrasi (PAPD).

“Kami dari Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi, selaku kuasa hukum Komite Anti-Korupsi Indonesia, melaporkan terkait adanya dugaan permintaan fee DAK oleh pimpinan DPR bernama Azis Syamsuddin yang terjadi di Lampung Tengah,” kata anggota PAPD, Agus Rihat Manalu, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Agus meminta MKD segera memeriksa Azis. Menurut dia, perilaku Azis sama sekali tidak mencerminkan integritas yang seharusnya dimiliki anggota dewan sebagai wakil rakyat.

“Kami meminta MKD untuk segera memeriksa dan memproses karena wakil rakyat harus memberikan contoh yang baik,” ucap dia. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here