Sangat Disesalkan, Kasus Suap Komisioner KPU Harusnya Tak Perlu Terjadi

Eks Komisioner KPK, Wahtyu Setiawan.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap salah satu Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam kasus suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dari F-PDI Perjuangan Harun Masiku, mestinya tidak perlu terjadi.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin saat dihubungi beritabuana.co, Selasa (14/1/2020).

Sebab bagaimanapun, kata Ujang, Harun tidak bisa menjadi anggota DPR hasil PAW, karena perolehan suaranya hanya sekitar 5.000 suara saja. Sementara perolehan suara terbanyak kedua adalah caleg Riezky Aprilia dengan 44.402 suara.

“Jadi saya kira ini sangat disesalkan, kasusnya tak harus terjadi. Harun hanya peraih suara terbanyak ke lima,” tambahnya.

Dijelaskan bahwa dalam Undang-Undang (UU) tentang Pemilu, memerintahkan PAW itu menjadi hak dan akan didapatkan oleh caleg yang memiliki suara terbanyak kedua. Bahkan KPU dalam rapat sudah menetapkan Riezky Aprilia sebagai peraih suara terbanyak kedua.

Pada pileg 2019, kursi PDI Perjuangan di daerah pemilihan Sumatera Selatan (Sumsel) I diraih Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia sebelum pemilihan dengan meraih 145.752 suara, kemudian disusul oleh Riezky Aprilia.

“Sedang Harun Masuki berada diurutan peraih suara terbanyak kelima yaitu meraih 5.878 suara,” sebutnya.

Dalam kaitan ini, Ujang mengatakan, jika ada usaha atau kongkalingkong antara oknum di PDI Perjuangan dengan oknum di KPU itu merupakan perbuatan yang tak terpuji karena bisa merusak proses demokratisasi.

“Selain karena adanya penyuapan, partai juga jangan seenaknya menentukan caleg PAW berdasarkan kepentingannya,” tegas dosen di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta ini.

Untuk itu, Ujang berpesan kepada semua partai politik termasuk PDI Perjuangan tak boleh memaksakan kehendak, tetapi meng Ikuti saja aturan UU, tidak melanggar UU.

“Memaksakan Harun Masiku menjadi anggota DPR melalui PAW adalah bentuk pelanggaran UU,” pungkasnya. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here