Puluhan Saksi Diperiksa, Kejagung Belum Tentukan Tersangka Korupsi PT Asuransi Jiwasraya

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga kini belum bisa menentukan siapa tersangka dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya sebesar Rp13,7 triliun. Meskipun telah memeriksa puluhan saksi, tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) masih mengumpulkan sejumlah keterangan dan bukti-bukti kasus tersebut.

“Soal siapa tersangkanya, ya sabar dulu. Tunggu aja nanti, tim penyidik masih terus bekerja,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, kepada wartawan, di Jakarta, Senin (13/01/2020).

Meski demikian, penyidik kembali memanggil dan memeriksa tujuh saksi lagi. Masing-masing adalah, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Bursa Efek Indonesia Goklas AR Tambunan, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia Vera Florida, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Bursa Efek Indonesia Irvan Susandy, Kepala Unit Pemeriksaan Transaksi Bursa Efek Indonesia Endra Febri Setyawan, mantan Direktur PT. OSO Manajemen Investasi Lies Lilia Jamin, Syahmirwan, dan Kepala Divisi Perusahaan 1 Bursa Efek Indonesia Adi Pratomo Aryanto.

Seperti diketahui, penyidikan kasus ini terus dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan bukti agar dugaan terjadinya penyalahgunaan investasi yang melibatkan 13 perusahaan tersingkap.

Sebelumnya Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor: PRINT – 33/F.2/Fd.2/12/ 2019 tertanggal 17 Desember 2019.

PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah banyak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, diantaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial.

Dari jumlah tersebut, 5 persen dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik, sisanya 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Selain itu, penempatan reksa dana sebanyak 59,1 persen senilai Rp14,9 triliun dari aset finansial. Dari jumlah tersebut, 2 persennya dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja baik. Sementara 98 persen dikelola oleh manajer investasi dengan kinerja buruk. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here