Harun Masuki Mau Jadi Anggota Dewan Karena Menyuap, Jeirry: Apa Jadinya ?

by -
Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePi) Jeirry Sumampow.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePi), Jeirry Sumampow menyatakan, politisi yang lolos menjadi anggota DPR karena menyuap, bakal sulit diharapkan bekerja sebagaimana mestinya. Motivasinya menjadi anggota DPR tidak lain karena uang.

“Mungkin saja juga sudah ada perhitungan bahwa penghasilannya akan jauh lebih besar dibandingkan dengan uang suap yang dia keluarkan,” kata Jeirry dihubungi beritabuana.co Senin (13/1/2020).

Jeirry mengatakan ini terkait OTT KPK terhadap salah satu Komisioner KPU Wahyu Setiawan karena diduga menerima suap dari calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan, Harun Masuki untuk meloloskannya menjadi anggota DPR pengganti antar waktu (PAW) perode 209-2024 menggantikan almarhum Nazarudin Kiemas. Sementara Riezky Aprilia yang sudah dilantik sebagai anggota DPR hanya gigit jari akibat permainan tidak terpuji itu.

Karena tu, menurut Jeirry agak sulit diharapkan kinerjanya akan baik. Kenapa? Karena yang bersangkutan akan fokus untuk cari uang, paling tidak memikirkan mencari uang untuk mengembalikan modalnya yang sudah dikeluarkan.

“Ini memang masalahnya, banyak orang ingin jadi anggota DPR hanya ingin mencari uang, sementara urusan kinerja tak jadi prioritas utama. Saya kira itu juga sebabnya sehingga setiap tahun kualitas kinerja DPR selalu rendah atau buruk,” tambah dia.

Lebih jauh Jeirry mensinyalir bahwa tidak menutup kemungkinan ada anggota DPR sebetulnya tak paham persis apa tugasnya, tetapi sudah terpilih sebagai wakil rakyat.

“Makanya kan ledekan publik terhadap mereka dengan istilahnya 3D, Datang, Duduk, Duit. Dan saya kira memang masih ada anggota DPR yang begitu,” pungkas pengamat pemilu itu. (Asim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *