Ditjen Imigrasi Pastikan Tersangka Suap, Harun Masiku Kabur Ke Singapura

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ditjen Imigrasi Kemenkumham mencatat kader PDIP Harun Masiku (HAR), tersangka kasus suap terkait proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih dari Fraksi PDIP periode 2019-2024 telah keluar Indonesia menuju Singapura pada Senin (06/01/2020).

“Tercatat tanggal 6 Januari keluar Indonesia menuju Singapura,” kata Kabag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Arvin Gumilang kepada wartawan, di Jakarta, Senin (13/01/2020).

Selain itu, Alvin juga menyebut belum ada surat dari KPK terkait permintaan pencegahan tersangka Harun ke luar negeri. “Belum ada,” katanya singkat.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron juga menyatakan bahwa Harun telah berada di luar negeri.

“Dengan imigrasi kami sudah koordinasi. Informasi yang kami terima malah memang sejak sebelum adanya tangkap tangan, yang bersangkutan memang sedang di luar negeri,” kata Ghufron secara terpisah.

Namun, lanjutnya, KPK membuka kemungkinan untuk memasukkan Harun dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) jika yang bersangkutan tidak segera menyerahkan diri ke KPK.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Menkumham untuk itu. Kami telah mengimbau kepada yang bersangkutan untuk segera menghadap ke KPK. Kalaupun tidak, nanti kita akan tetap cari dan kita masukkan dalam DPO,” kata Ghufron.

Seperti diketahui dalam kasus tersebut, KPK telah melakukan kegiatan tangkap tangan dengan total delapan orang pada Rabu (8/1) hingga Kamis (9/1) di Jakarta, Depok, dan Banyumas. Dari delapan orang tersebut diketahui tidak ada nama Harun.

KPK pada Kamis (9/1) telah mengumumkan empat tersangka terkait tindak pidana korupsi suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024. Sebagai penerima, yakni Komisioner KPU Wahyu Setiawan (WSE) dan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Sedangkan sebagai pemberi Harun Masiku dan Saeful (SAE) dari unsur swasta atau staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Diketahui, Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu Harun menjadi anggota DPR RI dapil Sumatera Selatan I menggantikan caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP dapil Sumatera Selatan I Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, Wahyu hanya menerima Rp600 juta. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here