Penampakan Mbah Kupalandak, Kepercayaan Prabu Siliwangi Sudah Hilang Tertutup Perumahan

by -
Situs Kupalandak Batutulis Kota Bogor

SITUS Kupalandak yang terletak di Kp. Kebon pala RT.04 /08 Kelurahan Batutulis Kota Bogor, belakangan ini keberadaannya terjepit pemukiman warga dan tanpa ada tanda petunjuk arah ke obyek tersebut. Jika mau berkunjung bisa melalui Gg. Sangkuriang/sebelum SPBU Jayatunggal berjarak 500 meter arah Kp.Kebonpala.

Warga di sana, umumnya mengetahui dan akan menunjukkan ke rumah Eman selaku Juru Pelihara (Jupel) Situs Kupalandak.

Saat Jupel Eman ditemui www.beritabuana.co, menerangkan, orangtua dulu menyampaikan, di tempat Patilasan Situs Kupalandak, dulunya dilengkapi sebuah arca kecil sebesar kelinci.

“Namun, arca tersebut sekarang ini sudah tidak ada, hilang entah kemana,” imbuh Eman sembari mengenang dongeng orangtua dulu.

Menurut Eman, Mbah Kupalandak pada masanya merupakan salah seorang kepercayaan Prabu Siliwangi. Yang ditugaskan sebagai Syahbandar dermaga bendungan cisadane yang membentang dari Kp Kebon pala sampai ke Kp.Patekun Cipinanggading.

Di muka bendungan, mengalir airnya ke Kp. Balekambang, Kp.Sawah terus ke selatan dan menyatu kembali dengan sungai Cisadane di Pamoyanan.

“Putaran aliran sungai itu merupakan pengamanan keraton Pajajaran. Dalam pantun disebutkan bahwa Cisadane nyirah ngaler, Cihalieung nyirah ngidul,” terang Eman.

Di sebelah tambak ini, dijadikan dermaga sebagai alur lintas menuju laut Jawa.

Keberadaan Mbah Kupalandak yang dihubungkan dengan Pajajaran sampai kini masih banyak orang yang mempercayainya. Ditambah tersiarnya mistis yang mana banyak orang melihat secara tak kasat mata adanya penampakan berwujud harimau.

Eman pun mengisahkan pengalaman tak kasat mata dengan kedatangan leluhur baik itu melalui mimpi maupun halusinasi. “Penampakan berupa suara auman, kadangkala wujud harimau,” akunya.

Dalam sebuah mimpi, Mbah Kupalandak sesekali menampilkan kegagahan dengan mengilustrasikan kostum kerajaan sembari membawa gobang, rantai sauh, dan dibelakang pinggulnya terselip keris.

“Ini senjata ku, suatu saat akan kuberikan kepada cucu buyut pilihanku,” kenang Eman menirukan.

Eman menambahkan, kadangkala datang melalui halusinasi berwujud mirip pendeta membawa tasbih. “Aku benci pada orang yang suka ingkar janji…” pesannya ditirukan Eman.

Hal ini setelah terjadi adanya bencana longsor tahun lalu yang mengakibatkan sejumlah rumah di Kp.Kebonpala tertimbun longsoran tanah milik perumahan sebelah komplek Situs ini.
Setelah, terjadi bencana, barulah pihak perumahan memperhatikan perbaikan pagar tembok situs.

“Warga setempat, mempercayai bahwa bencana itu akibat pihak perumahan telah ingkar janji” ujarnya.

Selain itu, masyarakat setempat percaya juga pada kejadian yang tak masuk akal, ketika tetangga sakit keras dan telah berobat baik ke medis maupun alternatif.

Suatu malam, Mbah Kupalandak datang melalui mimpi menyuruh menyimpan air dalam kendi di bawah pohon yang ada di patilasan.

Selanjutnya, air dalam kemdi diberikan kepada orang yang sakit untuk diminum, diteteskan pada mata dan digunakan mandi.

“Sehabis sholat maghrib, saya berdoa sembari menyimpan air dalam kendi”tutur Eman.

Esoknya, sehabis sholat subuh, kendi diambil dan airnya diberikan pada orang sakit sesuai petunjuk.

“Alhamdulilah, dua hari kemudian orang yang sakit itu pulih berangsur.Dan, kini sehat sediakala”Ujarnya.

Yang jelas, kata Eman, segala sesuatu kesulitan dalam kehidupan, memphonlah kepada Allah SWT.

“Untuk ketenangan dalam proses tirakat silahkan di tempat Mbah Kupalandak”pungkasnya.(Yan Sulivantara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *