Keindahan Bidadari Mandi, Terlihat di Jernihnya Curug Ngebul, Ooh Indahnya

by -
Jernihnya Curug Ngebul, di Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran.
Legenda tempat bidadari mandi

OBYEK Wana wisata di wilayah Kabupaten Cianjur belakangan ini bermunculan terlebih obyek air terjun yang diminati pengunjung kawula muda. Salah satu air terjun vertikal yang difavoritkan merupakan ciri khas tersendiri, didukung dengan kejernihan airnya. Potensi itu menjadi magnet bagi pelancong ketagihan bertandang, obyek itu tak lain adalah Curug Ngebul.

Obyek ini berada di kawasan Perum Perhutani KPH Cianjur, secara administratif masuk ke wilayah Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran.

Selain keindahan Curug Ngebul yang mempunyai ketinggian 100 meter dari permukaan air., di kawasan itu terdapat juga obyek yang bisa dikunjungi yakni Situ Hyang dan Situ Galuga yang menyuguhkan kejernihan airnya.

Untuk menjangkau keindahan kawasan obyek wisata Curug Ngebul perlu menempuh perjalanan dari kota Cianjur sejauh 73 Km arah selatan dari terminal Bis Jebrod. Tak jauh dari hamparan perkebunan Teh Sukanagara belok kiri via wilayah Jampang.

Dilanjutkan dengan jalan kaki atau menggunakan jasa ojek sejauh 3 Km menuju lokasi. Maklum saja masih minimnya infrastruktur.

Meskipun jarak tempuh terbilang jauh dan melelahkan, akan tetapi sesampai tujuan, suasana Curug Ngebul mampu menghilangkan rasa penat. Lantaran, pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan alam yang didukung oleh kejernihan airnya.

Menurut sejumlah warga disana, belakangan ini obyek Curug Ngebul tiap hari libur sering terlihat pengunjung dari luar kota bahkan ada juga dari mancanegara.

Legenda

Saat ditanya soal cerita legenda asal usul nama Curug Ngebul. Warga setempat mengatakan, konon, orangtua terdahulu menyebutkan bahwa di kawasan Curug Ngebul itu, tempat mandi dan bercengkrama para bidadari.

Suatu ketika seorang pencari kayu bakar melewati kawasan Curug, tak sengaja melihat ada bidadari tengah mandi di curug. Mungkin, merasa ada orang yang memperhatikannya, tubuh bidadari langsung Ngebul (mengeluarkan asap), lalu sirna

Pencari kayu bakar merasa ketakutan dan bergegas pulang, diceritakanlah kejadiannya ke warga sekitar. Pada akhirnya, air terjun itu dikenal dengan sebutan “Curug Ngebul”.

Sementara itu, kejernihan Curug Ngebul mampu membuat pelancong ketagihan, seperti halnya disampaikan salah seorang warga asal Kecamatan Pagelaran, yang mengaku bekerja sebagai sekuriti di komplek vila di wilayah Puncak Cipanas.

Dia menyampaikan, pada minggu kemarin, keluarga majikannya meminta petunjuk obyek air terjun. Setelah diberitahu di kampung halamannya terdapat obyek air terjun, dengan mengilustrasikan keberadaan Curug Ngebul.

Tanpa basa-basi, majikan mengajak diantar refreshing dan berangkat minggu subuh.

“Malam itu juga sehabis ngobrol, keluarga majikan langsung menyiapkan barang yang akan dibawa ke Curug Ngebul,” imbuh Yayat

Besoknya, sesampai di kawasan Curug Ngebul, keluarga majikan dari Jakarta itu merasa takjub dan tampak bahagia melihat keindahan air terjun.

“Rasanya saya bakal ketagihan berkunjung ke Curug Ngebul yang mempesona ini,” kata Yayat menirukan omongan majikannya sembari terpukau saat di lokasi. (Yan Sulivantara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *