Kemnaker Siap Kelola BLK tak Produktif

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA–Kementerian Ketenagakerjaan siap mengambilalih dan menerima pengelolaan Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah daerah di tingkat provinsi, maupun kabupaten/kota yang kondisinya terbengkalai dan tidak berfungsi secara optimal dalam menyelenggarakan pelatihan kerja.

“Kami siap menerima pengelolaan BLK milik Pemda yang tidak produktif menghasilkan tenaga kerja terampil karena menganggur lama selama di bawah kendali Pemda,” ujar Menaker Ida Fauziyah saat menerima Gubernur Riau Syamsuar, Plt. Disnaker Riau Jonly dan Sesdisnaker Riau Zulkifli di Jakarta, Kamis (09/01/2020).

Adapun tiga BLK milik Pemprov Riau yang ingin diserahkan pengelolaannya kepada Kemnaker yakni BLK kota Pekanbaru, BLK kota Dumai dan BLK kabupaten Rokan Hulu. Penyerahan pengelolaan kepada Kemnaker antara lain disebabkan minimnya anggaran BLK di tiga kabupaten/kota tersebut dan tidak fokusnya materi pelatihan BLK.

“Kemnaker memandang perlu adanya BLK Pusat minimal satu provinsi di setiap provinsi sebagai pembina. Kami akan bantu meningkatkan kualitas BLK milik pemerintah daerah secara bertahap,” tutur Ida yang didampingi Dirjen Binalattas Bambang Satrio Lelono.

Menurut Menaker Ida, dengan pengambilalihan pengelolaan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BLK-BLK dan memberikan manfaat yang maksimal untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan keterampilan dan kompetensi pekerja di daerah-daerah.

Senada dengan itu dikatakan Bambang Satrio Lelono bahwa
Kemnaker siap menerima BLK Pekanbaru, BLK Dumai dan BLK Rokan Hulu, sebagai wujud membantu program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) ke depan, dengan menempatkan BLK Pemerintah Pusat di Pemprov Riau. Namun, sesuai regulasi yang ada, penyerahan BLK itu harus diserahkan ke Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD).

Selanjutnya DPOD melakukan kajian sebelum diserahkan tiga BLK tersebut ke Pusat. Termasuk membentuk tim verifikasi untuk meninjau langsung ke tiga BLK yang barada di negeri Bumi Lancang Kuning tersebut. “Peninjauan dilakukan untuk melihat peralatan dan aset lainnya termasuk pegawai BLK,” je
As Satrio. (Ful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *