Waspadai Perang

Trump-Khomeini.

Twitter @Fahrihamzah 8/1/2020

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah.

MUNGKIN pada belum tau. Perang sudah mulai. Iran menyiarkan serangan missile ke basis militer Amerika secara langsung, target sementara yang diserang semuanya ada di Iraq. Ini daerah-daerah yang selama ini disebut Green ZONE, yang dianggap daerah paling aman di Iraq. Tempat tentara dan diplomat AS ngantor. Tapi belakangan ini mulai dibenci oleh rakyat Iraq, terutama dari kalangan Syiah.

Ini TV-TV Amerika lagi ribut dan Laporan sementara di pihak Amerika belum ada korban jiwa. Lusinan rudal balistik ditembak ke basis militer Amerika di Iraq ini belum ada korban nyawa. Maka orang bertanya apa tujuan serangan ini. Pada bingung. Apalagi kita.

Baru saja di CNN ada berita pejabat Amerika mengumumkan bahwa basis militer AL Assad yang diserang oleh missile Iran itu gak ada orang Amerika-nya. Jadi gak ada yang meninggal dan gak ada orang Amerikanya. Ini masih urusan balas dendam atas wafatnya Jenderal Solemani.

Sementara itu Menlu Iran baru memberi keterangan lewat twitter nya bahwa serangan itu dimaksudkan untuk menandai daerah tempat peluncuran drone yang membunuh Jenderal Solemani beberapa hari yang lalu. Jadi kita dibikin penasaran ini oleh serangan militer 2 negara ini.

Debat di TV-TV Amerika membelah 2 kelompok yang memang terlembaga dalam sistem politik mereka. Kelompok Republik Konservatif mendukung langkah presiden Trump membunuh Solemani. Sementara kelompok Demokrat Liberal menganggap langkah konyol itu merugikan Amerika dan dunia.

Menyimpang sedikit, jadi sebenarnya gak masalah negara-nya terpecah pikirannya asalkan terlembaga. Masalahnya kita tidak berani melembagakan perbedaan pikiran dan ideologi sebab yang berbeda ini bukan pikiran tapi perasaan. Akhirnya pendapat tidak berbeda tapi pendapatannya.

Kembali ke kampanye militer Amerika-Iran ini akan sampai di mana? Kita belum tahu. Kaum konservatif radikal tentu mau perang beneran. Soalnya dalam perang muncul “pasar senjata” yang untung dia-dia lagi. Tapi bagi kaum Demokrat Liberal, singkirkan Trump dulu, baru ngobrol soal Iran.

Tapi bagaimana posisi Iran sebagai pihak yang dirugikan? Saya tidak terlalu mengikuti.
Tapi dugaan saya Iran akan bersama kaum Demokrat di Amerika menunggu Trump jatuh.
Setelah itu, barulah mereka akan duduk satu meja. Mengelola politik timur tengah. Apakah Iran sabar?

Tapi yang penting pertanyaanya bagaimana sikap INDONESIA? Ada yang tau?

Masalahnya presiden baru keluhkan Import gas. Nah bagaimana kalau harga gas naik?
Waduh, padahal kita sudah konversi dapur rakyat pakai gas. Kalau harga naik di dapur rakyat, emak-emak bisa ngamuk. Wasalam! ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here