Jalur KA Bandara Adi Sumarmo Gunakan Konstruksi SOP: Terpanjang, Cepat dan Mudah Dikerjakan

by -
Kereta Api Bandara Adi Sumarmo menggunakan konstruksi SOP sepanjang 7,6 km, lebih cepat pembangunannya.

BERITABUANA CO, JAKARTA – Layanan Kereta Api Bandara Adi Soemarmo baru saja dioperasikan perdana secara terbatas (soft launching), Minggu (29/12/2019) oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Pembangunan KA Bandara ini merupakan yang ke-lima, namun yang pertama kereta masuk langsung ke dalam bandara. Kalau yang lain masih dihubungkan dengan Jembatan atau skybridge.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Zulfikri mengatakan, pembangunan konstruksiĀ jalur layang ini menggunakan metode Slab on Pile (SOP). Dan merupakan sistem pondasi yang ditumpu oleh sistem kelompok tiang pancang dan diikat oleh pile cap (capping beam) yang digunakan untuk menahan dan menerusan beban dari struktur atas dalam tanah yang mempunyai daya dukung (nilai spt) untuk menahannya.

“Jadi sistem pondasi tidak menggunakan tanah urugan, pengerasan atau beton, tapi dengan beberapa tiang pancang, dan sebagian konstruksiĀ jalur KA bandara ini menggunakan jalur layang, yakni sepanjang 7,6 kilometer dari total 13,5 kilometer,” tutur Zulfikri melalui Kabag Hukum Ditjen Perkeretaapian, Yennesi Rosita kepada beritabuana.co di Kemenhub, Senin (30/12/2019).

Menurut Zulfikri, metode SOP pada jalur KA Bandara Adi Soemarmo merupakan SOP terpanjang pertama yang dibangun pada konstruksi jalur Kereta Api oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

“Pemilihan konstruksi SOP ini dengan mempertimbangkan kondisi trase, misalnya tanah berair dan sering banjir saat musim hujan atau pada rawa rawa. SOP ini mempunyai kelebihan yakni waktu konstruksi yang lebih cepat, mudah dikerjakan, mutu konstruksi lebih terjamin karena precast pabrikan, pembebasan tanah yang tidak terlalu lebar, dan tidak menggangu saluran drainase atau irigasi,” ujarnya.

Zulfikri menyebutkan, teknik SOP ini sudah banyak diterapkan dalam pembangunan jalan layang, termasuk jalan tol. Teknik ini lebih murah, dengan jaminan kualitas struktur dan biaya perawatan yang lebih sedikit.

“Jalur layang ini juga menghilangkan perlintasan sebidang, yang berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas,” tandasnya

Ke depan, tambah Zulfikri, DJKA akan menerapkan lagi metode SOP untuk pembangunan jalur kereta api berikutnya, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi trasenya.

“Dalam waktu dekat DJKA akan membangun jalur KA Bandara menuju New Yogyakarta International Airport, dan tidak menutup kemungkinan ada segmen tertentu yang akan dibangun dengan menggunakan metode SOP ini,” imbuhnya.

Pengoperasian kereta bandara ini, kata Menhub Budi Karya masih terbatas, karena nantinya layanan kereta akan diperpanjang hingga Klaten, Prambanan, dan Yogyakarta. Keberadaan layanan ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara untuk mengeksplor destinasi wisata di Yogyakarta, Solo, Semarang dan sekitarnya.

“Kita membuat layanan kereta api keliling, dari Yogya, Solo, Semarang, Cirebon dan sebagainya. Ini sesuai dengan visi Presiden Jokowi untuk membangun 5 Bali Baru, yang salah satunya adalah Borobudur,” ujar Budi Karya. (Yus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *