Videotron, Semakin Menjadi Pilihan Masa Mendatang.

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Pesatnya perkembangan dan pertumbuhan teknologi periklanan dalam bisnis Adverstising membuat banyak inovasi baru dan kreativitas para pelaku periklanan. Lihat saja perkembangan Content iklan, yang dari non-digital menjadi Content yang Digital, berkontribusi terhadap tumbuhnya jumlah Media Iklan Digital (Videotron) dan mulai menyingkirkan media iklan yang non-digital (Billboard).

Melihat perkembangan kemajuan ini diperlukan suatu usaha untuk lebih memudahkan bagi pengiklan, pemilik media untuk saling berkomunikasi secara berkesinambungan. Untuk itu muncullah AdPoint yang memberikan kemudahan bagi pengiklan untuk memanfaatkan videotron sebagai media luar ruang beriklan melalui aplikasi.

Berawal dari sebuah konsep pada tahun 2018 oleh Dodit waluyo Jati (CEO), seorang enterpreneur yang memiliki banyak pengalaman sejak tahun 2001 di industri radio, media digital dan advertising, dan mengajak Kwarta Fitra Rachmilliza untuk berkolaborasi. Kwarta memiliki pengalaman panjang di industri pengembangan sistem informasi teknologi dan loT (Internet of Things). Keduanya bersepakat untuk bersama-sama mendirikan perusahaan dan membangun sebuah platform digital baru industri advertising di Indonesia, Adpoint.

Adpoint, sebuah platform periklanan offline, yang di dalamnya termasuk videotron, untuk memberikan kemudahan bagi para merek. Secara sederhana, Adpoint adalah marketplace yang mempertemukan antara merek dengan pengelola media iklan out-of-home (OOH).

CEO Adpoint, Dodit Waluyo Jati, dalam penjelasannya kepada media Rabu malam kemarin (18/12) mengungkapkan kalau Media iklan OOH, terutama videotron, akan semakin menjadi pilihan di masa mendatang.

Alasannya, tambah Dodit, “karena memiliki berbagai keunggulan, seperti karakter audiens yang terpapar hingga mudah dimonitor. Melalui Adpoint merek juga semakin mudah memilih titik media yang tepat untuk menyasar konsumen.”

Saat ini, sudah ada 1.000 titik media iklan yang ditawarkan di Adpoint. Titik dan modelnya pun beragam, dari billboard, videotron, bus, taxi, bioskop, mall, halte, stasiun, gerbong KCJ, bandara, dan lainnya.

Selain itu adanya perubahan pola konsumsi di Asia Tenggara
Adpoint merupakan kolaborasi yang dibutuhkan oleh bisnis masa depan, karena merupakan kombinasi menarik dari teknologi, data dan hiburan. Banyak pihak bisa terakomodir di dalamnya mulai dari industri media, transportasi publik dan lainnya.

Inovasi yang ditawarkan AdPoint membuat kecepatan dan akurasi data menjadi benefit yang penting untuk kemajuan bisnis tambah Kwarta Fitra Rachmilliza salah satu pendiri Adpoint.

Menurut Kwarta, “banyaknya titik tersebut keberadaan Adpoint akan memudahkan merek dalam menempatkan materi iklan. Para pengelola merek cukup melakukan registrasi di aplikasi Adpoint, kemudian memilih lokasi, membayar, dan tayang. “Kami akan memberikan bukti tayang secara real time ke pengiklan.”

Bukan hanya itu Adpoint juga memudahkan pengiklan dalam memilih lokasi, Adpoint memberikan berbagai data dan informasi pada masing-masing titik. Data itu berupa jumlah kendaraan yang lewat, demografi penduduk di sekitar titik, kapan saat jalanan padat, dan lainnya.

“Setiap titik memiliki karakter yang berbeda dengan harga yang berbeda pula. Semua informasi tersebut kami tampilkan, sehingga pengiklan tidak hanya bisa memilih titik lokasi yang tepat, namun juga harga yang sesuai,” tambah Kwarta.

Nantinya, Adpoint akan menerapkan teknologi artificial intellegence (AI) agar informasi yang bisa didapat oleh pengiklan semakin lengkap dan akurat. “Tahun depan kami akan menambah jumlah titik media hingga meningkat dua kali lipat,” jelas Kwarta.

Asal tahu saja, Videotron akan menjadi salah satu media iklan digital yang akan terus tumbuh di masa mendatang. Apalagi, sarana transportasi publik semakin membaik dan mendorong orang untuk menggunakannya. Hal ini menjadi daya tarik untuk para merek untuk menempatkan iklan di sarana transportasi umum, seperti stasiun, melalui videotron.

Hanya saja kendala yang dihadapi oleh merek adalah bagaimana memilih titik videotron yang tepat dengan target pasar yang mereka bidik. Ditambah harus mencari siapa pemilik titik tempat videotron tersebut.

Sejauh ini untuk Out of Home Advertising, khususnya videotron, memang sangat besar potensi pasarnya. Saat ini, ada sekitar 688 ribu titik media dengan nilai Rp 66,8 triliun tiap tahunnya dengan reach mencapai 81%.(Savor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *