Menaker Minta PMI Jadi Duta Bela Negara dan Pariwisata

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA–Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengucapkan Selamat Hari Migran International Tahun 2019, Happy Migrant Day kepada para pekerja migran Indonesia (PMI) yang ada di seluruh negara-negara penempatan, serta kepada para PMI yang sudah purna maupun para calon PMI yang akan berangkat bekerja ke luar negeri.

“Pekerja migran Indonesia mempunyai peran penting untuk mengharumkan Indonesia di kancah internasional. Kita tetapkan pekerja migran indonesia sebagai Duta Bela Negara dan Duta Pariwisata,”kata Ida di Jakarta, Kamis (19/12/2019). Sebrlumnya ia memperingati Migrant Day 2019 di GOR Vira Yudha Madivif 2 Kostrad Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Hadir dalam kesempatan ini Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono, Panglima Divisi Invantri 2 Kostrad Malang Mayjen TNI Tri Yuniarto, Bupati Malang HM Sanusi, Bupati Tulungagung Maryoto serta Plt Dirjen Binapenta dan PKK Aris Wahyudi. Ida mengatakan, Kemnaker dan Kemenhan melakukan MoU tentang pembinaan kesadaran bela negara bagi PMI.

“Kita harus bergerak cepat, melakukan koordinasi dan memutuskan untuk memberikan wawasan kebangsaan dan ideologi kepada para calon pekerja migran kita, sebelum mereka berangkat bekerja ke luar negeri,” tegas Ida dengan berharap
pekerja migran benar-benar memahami arti penting ideologi Pancasila serta nilai persatuan dan kesatuan bangsa sehingga mencegah maraknya isu radikalisme.

Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono menambahkan, pihaknya mendukung kerja sama dengan Kemnaker terkait pembinaan kesadaran bela negara bagi PMI. “Nanti kita matangkan konsepnya pelatihan bela negara buat calon PMI. Kita akan buat kurikulum bela negara bagi PMI dan bisa dimulai pada awal 2020,” jelasnya.

Tidak ketinggalan Ida juga berharap pekerja migran Indonesia dapat menjadi duta pariwisata yang mampu mempromosikan destinasi wisata dan keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa dan tanah air tercinta pada saat mereka berada di luar negeri. Untuk itu, ia meminta dukungan dan kolaborasi semua pihak. Dukungan dari pemerintah daerah juga sangat vital.

“Semua pihak mempunyai tugas dan tanggung jawab sesuai dengan fungsinya masing-masing. Sebelum bekerja adalah tanggung jawab bersama dimulai dari pemerintah desa, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi sampai pemerintah pusat,” kata Ida. Tanpa keberadaan yang optimal dari pemerintah daerah, proses penyiapan dan pelatihan anak-anak ini akan jauh dari standar yang diharapkan.

“Oleh karenanya, mohon juga dukungan dari para kepala desa, camat, para bupati, walikota dan gubernur,” kata Ida seraya menyebutkan, pelayanan penempatan dan pelindungan harus dilakukan secara terkoordinasi dan terintegrasi oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Karena itu pendirian Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk PMI menjadi hal penting dan utama. (Ful)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *