Swasti Sari Mart Utamakan Produk Lokal

Foto bersama usai launching Sabun NTT A61 produksi UD Marede Kupang

BERITABUANA CO, KUPANG – Kedepan Swasti Sari Mart akan mengurangi penjualan produk dari luar, dan lebih mengutamakan produk lokal, yamg kini sudah diawali dengan kehadiran Sabun NTT A61.

Demikian disampaikan GM Kopdit Swasti Sari Johanes Sason Helan saat launching produk Sabun NTT A61 milik UD Marede, di Swasti Sari Mart, Sabtu (14/12/2019).
“Kehadiran produk lokal ini sudah diprediksi 8 tahun lalu, sehingga perlu dihargai. Jangan gaya dengan produk-produk dari luar. Bagaimana kita memanfaatkan produk anak lokal, itu sangat penting,” tandas John Sason Helan.

John Sason Helan menduga produk ini baru satu-satunya di Provinsi NTT, maka kedepan di uat rencana untuk kopi dan beras yang dijual Swasti Sari Mart adalah produk lokal.

“Masa kopi kita sudah terkenal di dunia tapi tidak dijual disini, begitu juga beras kita banyak, tapi kenapa harus drop dari Pulau Jawa atau Makassar,” tanya John Sason Helan.

Pihaknya akan mengurangi produk dari luar, dan memaksimalkan produk lokal, tetapi harus memiliki kualitas yang memadai, karena persaingan pasar.

“Kita tidak bisa memaksa pembeli atau anggota Kopdit Swasti Sari membeli disini, kalau kualitasnya kurang dan tidak sesuai kebutuhan konsumen,” papar John Sason Helan.

Pada kesempatan tersebut, John Sasin Helan mengusulkan agar kemasan Sabun NTT A61 tersebut harus dipercantik lagi, sehingga pembeli merasa tertarik untuk membeli.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pengurus Kopdit Swasti Sari, Martinus Seran bahwa produk sabun lokal tersebut dibuat oleh anggota Kpdit Swasti Sari.

“Kaitan dengan launching Sabun NTT A61 ini, secara market sebelum barang dipakai tentu konsumen akan melihat kemasannya. Untuk itu, kemasan harus dibuat secantik mungkin, untuk bisa menarik minat beli,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Nasir Abdullah mengusulkan agar nama produk Sabun NTT harus diganti, walaupun tetap ada penjelasannya bahwa ini produk NTT.

“Begitu juga dengan kemasannya, harus dibuat lebih menari lagi, misalnya dengan menggunakan hologram dan hindari plastik atau alumunium,” saran Nasir Abdullah

Menanggapi hal tersebut, Don Lado selaku Pimpinan UD Marede Kupang selaku produsen Sabun NTT A61 mengatakan bahwa itu saran yang baik, akan tetapi saat ini di bagian Produksi tidak cukup memiliki pengetahuan luas mengenai apa yamg disarankan tersebut.
“Ketika ada saran seperti itu, pasti kita terima dengan baik dan akan melakukan perbaikan kedepannya,” tambah Don Lado.

Diakui Don Lado, sabun yang diproduksinya tersebut sudah berhasil didistribusikab ke sekolah-sekolah di Daratan Timor, yang kini sudahr menjadi pelanggan tetap.

“Setelah kita kerjasama dengan Swasti Sari Mart, maka dengan sendirinya nama-nama pelanggan kami serahkan ke mereka, dan konsumen yang ingn membeli produk kami juga harus datang ke sini,” ujar Don Lado. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here