Ribuan Pelari Ramaikan BPJAMSOSTEK Relay Marathon

BERITABUANA.CO, JAKARTA–Sekitar 5.000 pelari ikut meramaikan BPJAMSOSTEK Relay Marathon 2019 yang digelar di kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta, Minggu (15/12/2019). Kegiatan ini, menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Agus Susanto, bertujuan mengajak masyarakat, khususnya para pekerja untuk tetap menjaga keseimbangan waktu bekerja dengan terus berolahraga di sela-sela kesibukkannya

“Selain itu event ini juga dijadikan media sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial,” jelas Agus. Ia juga menyebutkan, lomba lari ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan HUT Ke-42 BPJAMSOSTEK, atau yang dulu dikenal dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Kegiatan ini selain memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah, BPJAMSOSTEK juga mengajak para peserta lomba untuk berdonasi karena seluruh biaya registrasi yang terkumpul disumbangkan untuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan melalui Badan Zakat Nasional (BAZNAS). Tak kalah pentingnya, lewat kegiatan ini mengajak seluruh masyarakat pekerja untuk menjaga keseimbangan antara waktu di pekerjaan dengan waktu pribadi atau work-life balance.

“Dan salah satunya melalui olahraga sehingga kebugaran terjaga dan mengurangi stress. Dampaknya akan meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas hidup kita. Namun, jangan lupa pastikan bahwa diri Anda sudah terdaftar dan terlindungi BPJAMSOSTEK, agar kita dapat bekerja dengan aman, dan keluarga yang kita tinggalkan di rumah pun bisa tenang,” ujar Agus.

Terkait kegiatan itu ada lima kategori yang diselenggarakan pada lomba ini yakni relay marathon 4 Buddies 42K, 21K individu, 10K individu, 4,2K Family, serta Wheelchair. Konsep relay marathon sejauh 42K sengaja dipilih karena mencerminkan 42 tahun penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia, mulai dari Perum Astek hingga BPJAMSOSTEK.

Jarak 42K yang dikenal pegiat olahraga lari sebagai jarak lomba lari maraton ini ditempuh dengan konsep relay per-tim, dimana satu tim terdiri empat orang pelari yang menempuh jarak masing masing sekitar 10,5 kilometer untuk memenuhi tantangan lari sejauh 42 kilometer. Kategori Relay 42K, juara 1 berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp21 Juta, juara 2 Rp17 Juta, Juara 3 Rp12 Juta, Juara 4 Rp4 Juta.

Untuk kategori 21K juaranya dibedakan sesuai jenis kelamin yakni untuk pria dan wanita masing-masing juara 1 mendapatkan hadiah Rp8 juta, juara 2 Rp7 juta, juara 3 Rp6 juta. Hadiah untuk 10K masing-masing mendapatkan juara 1 Rp5 Juta, Juara 2 Rp4 Juta, Juara 3 Rp3 Juta. Kategori 4,2K, mendapat hadiah untuk juara 1 Rp3 Juta, Juara 2 Rp2 Juta, Juara 3 Rp1 Juta.

Khusus family dipilih 5 peserta dengan kostum yang menarik, dan masing-masing mendapatkan hadiah Rp500 ribu. Sedang
khusus untuk wheelchair, penyelenggara memberikan uang tunai sebesar Rp1 Juta untuk 24 finisher pertama. Kategori ini juga mendapat pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai ‘Peserta Lomba Lari Difabel Terbanyak’, yang diterima langsung Dirut BPJAMSOSTEK Agus Susanto.

“Kami mengucapkan terima kasih atas animo yang luar biasa dari seluruh peserta, karena dalam waktu beberapa hari saja hampir semua kategori sudah habis terjual sejak pendaftaran dibuka pada tanggal 16 November lalu. Kami juga mengapresiasi semangat teman-teman difabel yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” tutur Agus. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here