Ratusan Warga Kumai Terima Sertifikat BST Dari KSOP dan STIP Jakarta 

Sesaat menerima sertifikat BST, ratusan warga Kumai, Kalteng foto bersama dengan Kepala KSOP dan pejabat STIP Jakarta.

BERITABUANA.CO, KUMAI –Sedikitnya 410 warga Kumai menerima sertifikat Basic Safety Training (BST) dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai, Capt. Wahyu Prihanto di Kantor KSOP Kumai, Kalimantan Tengah, Rabu (11/12/2019).

Kabag Organisasi dan Humas Ditjen Hubla, Yan Prastomo Ardi kepada www.beritabuana.co mengatakan, penyerahanan sertifikat dimaksud merupakan hasil kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta yang diselenggarakan pada Bulan September 2019 melalui  diklat program pemerintah.

Seperti diketahui, tutur Yan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, terus berupaya untuk meningkatkan keselamatan pelayaran. “Untuk itu, selain terus melaksanakan pembangunan fisik, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga terus berupaya meningkatkan pembangunan sumber daya manusia di bidang keselamatan pelayaran serrta terus menggalang peran serta masyarakat diperlukan untuk mendukung keberhasilan layanan,” ujarnya.

Capt. Wahyu saat penyerahan sertifikat BST mengemukakan, sebanyak 410 peserta diklat pemberdayaan masyarakat di wilayah Kumai yang telah mengikuti diklat secara gratis ini sejak bulan September 2019 dinyatakan lulus dan berhak memperoleh sertifikat Basic Safety Training (BST) dan Surat Keterangan Kecakapan 60 mil.

Menurutnya, Diklat pemberdayaan masyarakat yang terus dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah ini merupakan wujud nyata Fitjen Perhubungan Laut untuk terus meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran termasuk bagi awak kapal tradisional.

“Antusiasme masyarakat di wilayah Kumai untuk mengikuti diklat ini sangatlah tinggi. Buktinya, kegiatan ini jumlah peserta yang mengikuti lebih dari 400 orang,” ucap Capt. Wahyu, seraya berharap dengan Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini peserta mendapatkan edukasi dan sertifikasi.

Capt. Wahyu menambahkan, namun demikian, dalam pelaksanaan di lapangan terhadap penegakan aturan harus tetap dilakukan sehingga para operator kapal-kapal tradisional harus menaati peraturan yang berlaku. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here