Masyarakat Perlu Beri Kesempatan Orang Muda Pimpin Mataram

BERITABUANA.CO, JAKARTA –  Kota Mataram seyogyanya dipimpin para pemuda. Karena itu, munculnya sederet nama-nama tokoh muda sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram memberikan harapan baru bagi Mataram.
Demikian disampaikan mantan Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), yang juga tokoh muda Mataram, Karman dalam keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Senin (9/12/2019).
Karman mengungkapkan, sederet nama-nama tokoh muda yang muncul dipentas politik Kota Mataram itu antara lain H.Mohan Roliskana, H.Subuhunnuri, H. Badruttamam Ahda, Imam Sopian, H. Irzani, H. Ahsanul Khalik, dan Haifa Akbar. Dan belakangan muncul juga nama dr. Akhada Maulana yang siap mundur sebagai PNS.
“Untuk itu, masyarakat Mataram perlu menyambut gembira kehadiran figur muda dalam kancah perpolitikan. Artinya, ada regenerasi politik yang terjadi di Kota Mataram. Masyarakat harus memberikan kesempatan bagi figur muda memimpin Kota Mataram. Ini demi keberlanjutan regenerasi di dunia politik,” katanya lagi.
Aktivis nasional ini mencontohkan munculnya nama H. Subuhunnuri di kancah perpolitikan Mataram. Bung Nuri nama politisi muda itu dinilai memberikan nuansa baru, apalagi namanya terus muncul disetiap perhelatan politik.
“Nama Bung Nuri mencuat saat pilkada Gubernur NTB 2018. Saat itu dia maju sebagai bakal calon Wakil Gubernur NTB. Dia juga maju sebagai calon anggota DPR RI dari PAN,” sebutnya.
Subuhunnuri, lanjut Karman disebut sebagai pemuda yang tidak lahir dari ‘menara gading’. Dia terlahir dari masyarakat biasa-biasa saja dan meneriakkan perjuangan serta memimpikan perubahan.
“Kita hampir tak kenal Subuhunnuri. Namun namanya muncul saat saat penting dalam suksesi kepemimpinan NTB. Dimulai pilkada NTB 2018 lalu, Pileg 2019, sekarang muncul namanya untuk Pilkada Mataram 2020,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak salah jika Subuhunnuri menjadi seorang pemimpin sekaligus petarung politik. Dalam sejarah pemimpin politik, tidak banyak yang melakukan hal itu.
“Saya nggak kenal dekat sama Subuhunnuri. Pernah satu sekolah di SMP namun beda kelas. Sampai saat ini belum pernah jumpa muka dengannya, ataupun jumpa pikiran. Hanya saja Kami sama-sama dari pagutan. Persamaan latar belakang membuat saya tertarik berkomentar,” paparnya.
Sebagai pemuda, Karman mengatakan Pilkada Mataram 2020 mesti membawa “kebaruan”.  Ide baru, visi baru, atau atmospere baru. Selama ini hal tersebut belum nampak di pigur yang muncul. Kecuali Subuhunnuri.
“Saya berpikir, Mataram perlu memberikan ruang buat anak anak muda seperti Bung Nuri,” tegasnya. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here