Ada Penampakan Mahluk Gaib di Gunung Saanggaak

Lokasi keramat Cadasgantung di Gunung Saanggak, Desa Cibodas, Kecamatan Pacet/ Foto: Yayan S

GUNUNG Gede – Pangrango yang menjulang tinggi membuat pemandangan disekitarnya begitu sangat indah. Jika sore hari terlebih di musim penghujan, hembusan gumpalan kabut dari gunung Gede terbendung oleh gugusan Gunung Saanggaak yang menjadikan suasana berhawa dingin.

Pegunungan yang memanjang dari utara ke selatan, dan menghadap Istana Cipanas — tiap puncak  dipegunungan itu — warga setempat membagi beberapa area, yakni; Gunung Kupel, Genteng, Saanggaak dan Gunung Gedogan. Diantara 4 gunung yang paling tinggi adalah Gunung Saanggaak.

Menurut orang tua  di sana, saat ini disebut dengan nama Gunung Saanggaak, karena sejak 30 tahun kebelakang,  Gunung itu sebagai tempat bersarangnya burung gagak.

“Sekarang burung-burung itu telah kabur entah kemana,” sesal  Adang (70), sembari menuturkan keberadaan di dalam hutan gunung Saanggaak.

Dia bercerita, di Gunung Saanggaak terkandung sejumlah bongkahan bebatuan cadas. Diantara batuan itu, ada yang mirip batu cadas menggantung dipepohonan dan meneteskan air melalui akar. Obyek itu dikenal dengan sebutan “Cadasgantung” dan diabadikan pula pada nama kampung Cadasgantung.

Anehnya, obyek itu dipercaya keramat oleh orang luar daerah, mereka berkunjung mengaku mendapat petunjuk melalui mimpi. Konon katanya, air tetesan dari Cadasgantung dipercaya dapat menyembuhkan penyakit termasuk dapat menghilangkan kerutan pada kulit muka. Bisa dikatakan sebagai ramuan awet muda.

Sayangnya, obyek gunung itu tidak dikelola dijadikan tujuan wisata dengan baik, sehingga gunung yang sudah terkesan angker, menjadi nampak angker benaran.

Penampak angker disekitar Gunung Saanggaak/Foto: Yayan S

Apalagi tersiar kabar banyak yang melihat keganjilan diluar nalar manusia, seperti dikisahkan  pedagang kopi disana.

Aku tukang kopi di sana, malam jumat awal November lalu tersiar kabar ada tukang ojek mengantar seorang wanita setengah baya yang menumpang dari Kampung Rarahan Kebun Raya Cibodas menuju Kp. Cadasgantung.

Sesampainya di punggung lereng Saanggaak tepatnya diperbatasan desa Cibodas-Gadog, Kecamatan Pacet. Wanita misterius itu turun dari motor ojek, lalu memberikan ongkos sembari berlalu ke arah hutan dan menghilang.

“Tukang ojek pun balik arah, tancap gas meninggalkan lokasi. Dan, langsung pulang ke rumah.”kata tukang kopi yang berjualan di area parkir lereng Gunung Saanggaak

Setelah di rumahnya, waktu menunjukan pukul 12 malam, dari hasil ngojeknya tak terduga terselip dua helai daun sirih dan secarik kain tali pocong.

“Atas kejadian yang tak masuk akal manusia itu, tukang ojekpun ketakukan sampai sempat sakit beberapa hari,” katanya

Kejadian mistis di lokasi yang sama, dialami Elan,  anggota Pamswakarsa Desa Gadog mengaku pernah melihat penampakan siluman kera setinggi 5 meter disaat tugas jaga keamanan  properti film saat shooting sinetron religi.

“Penampakan mirip kera raksasa dekat pohon besar berdiri tegak menyeramkan hingga saya terkesima dan tak bisa teriak,” kenang Elan.

Dia pun menunjukan bulu kuduk ditangannya yang berdiri (merinding), saat menceritakan lagi kisah mistis  yang  dialami  seorang kru film,  saat membawa properti. Tiba-tiba kru film ada yang menamparnya.

Kisah mistis di sekitar lokasi yang digunakan shooting film, disampaikan juga oleh Deho ketua RT setempat, yang sempat kedatangan seorang kru film memohon izin lokasi untuk shooting sinetron religi. Di tengah obrolan, orang itu mengisahkan kejadian aneh bahkan memperlihatkan foto mahluk astral.

“Seorang kru film sempat memperlihatkan foto penampakan seorang wanita muda di kamera Hp-nya. Kejadian aneh saat rehat shoting malam,” kenang Deho.

Pemantauan www.beritabuana.co, ke obyek Cadasgantung,  beberapa kali memfoto, relief di cadas terkesan berubah rupa. Baru-baru ini rupa bentuk relief di dinding cadas saat di foto, gambarnya mirip muka kera.

Hal ini, teringat di tahun silam, saat melintas sore dan rintik hujan tepat di bawah obyek Cadasgantung dihadang sosok raksasa, kedua kakinya berbulu mirip seekor kera, mahluk itu mengolongi jalan aspal disamping jurang. Namun badan dan kepala tidak terlihat.

“Berkat pertolongan Allah SWT dengan mengumandangkan azhan, betis kaki berbulu sebesar batang pohon kelapa itu sirna dengan sendirinya.” (Yan Sulivantara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here