Kejaksaan Eksekusi Mantan Bupati Kolaka, Sultra Atas Korupsi Rp24 Miliar

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya mengeksekusi mantan Bupati Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Buhari Matta (66), ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Makassar. Sebelumnya, terpidana sempat melarikan diri beberapa saat setelah mendengar putusan hakim PN Makasar.

“Eksekusi dilakukan setelah buronan mantan Bupati Kolaka itu berhasil diamankan Tim Tabur (Tangkap Buronan) 32.1 Kejaksaan RI di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung , Dr Mukri kepada wartawan, Minggu (08/12/2019), di Jakarta.

Menurutnya, terpidana Dr Buhari Matta pernah tersangkut perkara korupsi pada Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dalam jual beli nikel kadar rendah antara Pemkab Kolaka dengan PT Kolaka Mining Internasional yang menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 24 miliar.

“Buhari Matta dijatuhi hukuman 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta sebagaimana putusan Kasasi Mahkamah Agung RI nomor : 755 K/Pid.Sus/2014 tanggal 25 Maret 2015,” ujar Mukri.

Ditambahkan, sebelumnya buronan terpidana Buhari Matta berhasil diamankan oleh tim intelijen gabungan, antara Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan lewat program Tangkap Buronan atau Tabur 32.1.

“Sejak program Tabur 32.1 digelar Kejaksaan RI pada tahun 2018, hingga saat ini sudah 367 buronan yang berhasil ditangkap kejaksaan, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana,” kata Mulri.

Oleh karena itu, Mukri mengimbau buronan pelaku kejahatan untuk segera menyerahkan diri. “Tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan. Di lobang semut pun bersembunyi pasti kami cari dan tangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandas Mukri. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here