Sekjen Partai Gelora: Anggaran TNI Mutlak Dinaikan, Minimal 2 Kali Lipat

Sekjen Partai Gelora Indonesia, Mahfudz Siddiq.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidiq menegaskan bahwa peningkatan anggaran pertahanan dan belanja alutsista mutlak diperlukan, minimal 2 kali lipat dari jumlah saat ini. Tetapi orientasinya bukan lagi pada import, melainkan mengembangkan industri pertahanan nasional sehingga belanja anggaran tersebut memiliki efek ekonomi lanjutan kepada dalam negeri.

“Apalagi, anggaran pertahanan dan belanja alutsista TNI kita saat masih kecil dibanding negara lain di Asia,” kata Mahfuz yang juga mantan Ketua Komisi I DPR RI itu saat dihubungi wartawan, Jumat (6/12/2019).

Pernyataann ini menyikapi upaya Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prabowo Subianto yang akan untuk terus memperjuangkan kenaikan anggaran pertahanan dan belanja alutsista TNI.

Karenanya, menurut Mahfuz, jika Indonesia ingin menjadi negara besar dan kuat, maka kemajuan ekonomi juga harus dibarengi dengan kemajuan kekuatan militernya.

“Bukan untuk berperang, tapi untuk mengamankan kedaulatan wilayah dan seluruh sumberdayanya. Selain itu juga membutuhkan kemajuan bidang teknologi dan industri,” ucap eks politisi dari PKS itu lagi.

Untuk itu, Mahfuz meminta Menhan Prabowo Subianto berani menerobos segala kendala, untuk membangun dan memajukan kembali industri pertahanan yang lama terpuruk dan dipinggirkan.

“Amerika, Rusia, China dan Turki misalnya, maju militernya bukan karena rajin impor senjata, tetapi mereka produksi sendiri dan bahkan menjual ke negara lain. Nah, Indonesia ini punya potensi dan kemampuan untuk maju dalam industri pertahanan, karena aset industri dan sumberdaya manusia (SDM) nya memadai,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan Menhan Prabowo mengatakan minimnya anggaran pertahanan dan belanja alutsista Indonesia termasuk paling kecil di Asia Tenggara. Anggaran pertahanan yang khusus berada dalam pos bidang alat pertahanan tersebut, bahkan tak sampai satu persen dari produksi domestik bruto Indonesia.

Kendati demikian, dirinya optimistis Indonesia akan lebih mandiri di bidang alutsista dalam lima tahun ke depan. Untuk itu, ia menegaskan akan terus perjuangkan agar anggaran pertahanan Indonesia bisa ditingkatkan lagi.

“Ini yang saya perjuangkan, supaya anggaran bisa ditingkatkan untuk menjamin kedaulatan kita, menjaga wilayah kita, mengamankan kekayaan kita supaya tidak dicuri bangsa lain,” tegas Prabowo sambil menambahkan kalau kondisi alutsista sangat membanggakan, dan sudah memiliki kemampuan-kemampuan yang sangat bagus. (Kds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here