BERITABUANA.CO, JAKARTA– Ikatan Keluarga Besar Tenabang (IKBT) menggelar aksi damai didepan PT Grand Indonesia. Unjuk rasa digelar tuk menyikapi terjadinya fitnah kepada ketua umum IKBT yang diduga akan mencemarkan nama baik ormas tersebut.

Menurut Ketua Umum IKBT Albert Roberto, aksi ini terpaksa dilakukan pihaknya, karena dari pihak PT Grand Indonesia tidak merespon surat permohonan audiensi yang sudah diajukan oleh IKBT, sebanyak 3 kali ke manajemen PT Grand Indonesia.

Namun, pada akhirnya pihak PT Grand Indonesia dengan rasa terpaksa menjawab surat permohonan audiensi IKBT dengan jawaban beberapa hal yang justru akan memunculkan polemik. Kata Albert Roberto lewat rillis yang diterima www.Beritabuana.co Jum’at (6/12) siang.

Dalam surat tersebut dia menuduga perusahan telah menyebarkan berita bohong (fitnah) kepada ketua umum IKBT dan mengarah melakukan pecemaran nama baik organisasi IKBT. Pasalnya perusahan itu mengklaim sudah pernah melakukan pertemuan dengan IKBT. “klaim itu tidak benar adanya,” ucapnya.

Karena sampai saat ini belum pernah ada pertemuan antara IKBT dengan pihak PT Grand Indonesia secara formal ,termasuk dengan ketua umum IKBT seperti yang diuraikan dalam surat tersebut.

Selain itu, pihak PT Grand Indonesia diduga telah melakukan manajemen konflik ( politik adu domba) antara IKBT dengan Masyarakt seperti , H.Lulung serta Ustadz Nasir dengan sistem kordinasi satu pintu.

Sehibungan surat IKBT yang ditunjukan lansung kepada unsur lain, tujuannya adalah agar adanyasinergitas PT Grand Indonesia kepada unsur kewilayahan tidak boleh dihambat oleh pihak ketiga.

Albert beralasan setiap unsur kewilayahan yang ada ,berhak secara lansung untuk berhubungan dengan PT Grand Indonesia.

“Sesepuh sekaligus pendiri IKBT Bang Ucu sangat GERAM dan menilai PT Grand Indonesia sudah bersikap sombong dan arogan karena tidak mau melakukan siraturahmi kepada unsur kewilayahan seperti IKBT. Padahal, area pembangunan Nasional mewajibkan bahwa setiap kegiatan usaha harus mempertimbangkan unsur kearifan lokal yang harus dipioritaskan .

“Jangan hanye segelintir orang aje yang menikmati pembangunan di wilaye Tanah Abang. Dan seenaknye mereka mengklaim sebagai referentasi anak Tanah Abang , makanye yang seharusnye dari pihak PT Grand Indonesia sadar bahwe masih ade masyarakat yang dirugikan pihaknye,”tutur Bang Ucu dengan nada has beraninya. (Nandar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here