Polana: Saya Tindak Manajemen Garuda Bila Salahi Aturan Bawa Moge dari Perancis

Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Setelah Dirut Garuda  I Gusti Ngarah Ashkara Danadiputra dicopot oleh Meneg BUMN Erick Tohir, ternyata tidak sampai disitu saja. Kasus ini diduga akan    berbuntut panjang. Dirjen Udara Kemenhub Polona B Pramesti pun ”mengancam’ akan menindak manajamen Garuda bila nantinya terbukti ikut terlibat dalam kasus penerbangan pesawat baru Airbus pesanan maskapai Garuda Indonesia, GA 9721 dari Toulouse, Perancis route Jakarta, Bandara Soekarno-Hatta, yang diduga kedapatan membawa cargo motor gede (moge) yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub segera melakukan tindak lanjut atas informasi terhadap  dugaan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang penerbangan pada penerbangan GA 9721 Rute  Toulouse – Jakarta Registrasi pesawat PK-GHE tipe Airbus 330-900 Neo Nomor Seri 1947 yang melakukan penerbangan dari Toulouse menuju Jakarta dalam rangka ferry flight yang diduga membawa kargo tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”  tandas Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, Kamis (5/12/2019) di Kemenhub.

Untuk itu, kata Polana, pihaknya telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan pendalaman atas informasi tersebut kepada Inspektur Penerbangan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I guna mendapatkan bukti adanya pelanggaran yang dilakukan oleh PT. Garuda Indonesia.

“Dalam penerbangan ferry flight (dalam dan luar negeri), wajib memiliki persetujuan terbang (Flight Approval/FA) serta tidak diperbolehkan untuk membawa kargo dan penumpang dengan tujuan komersial,” tegas Polana.

Namun demikian, jelas Polana, apabila terdapat kargo dan penumpang yang harus diangkut, merupakan bagian yang tidak terpisahkan guna mendukung operasional penerbangan ferry flight tersebut, tidak masalah.

Sebagai contoh, tuturnya,  bila ada Awak Pesawat Tambahan/ extra crew, Teknisi Pesawat Udara, Inspektur Penerbangan, Komponen Pesawat Udara, dan tools and equipments).

“Bila berdasarkan hasil pendalaman tersebut, PT. Garuda Indonesia terbukti melakukan pelanggaran, akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan  Nomor PM 78 Tahun 2017 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang – Undangan di Bidang Penerbangan,” ujar Polana.

Kepada seluruh penerbangan, tambah Polana, untuk berkomitmen terhadap pemenuhan peraturan perundang – undangan agar tercipta penerbangan Selamat, Aman dan Nyaman. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here