Sodi Lian Apresiasi Termanu Festival 2019

BERITABUANA.CO, KUPANG – Selaku Penasehat Leo Kiukanak se-Nusantara, Sodi Lian beri apresiasi akan digelarnya Termanu Festival 2019 pada 4-6 Desember mendatang.

“Saya bersyukur dengan rencana Termanu Festival ini, sebagai rangkaian upacara Adat dan budaya Termanu yang sudah berpuluh tahun kami nantikan,” jelas Sodi Lian yang dihubungi melalui telepon seluler, Senin (2/12/2018), berkaitan dengan rencana akan digelarnya Termanu Festival 2019.

Sodi Lian mengajak Sembilan Himpunan Leo di Termanu masing-masing Uluanak, Kotadeak, Masahuk, Su’i, Meno, Dudanga, Inguna’u, Ingufao dan Kiukanak, untuk bersatu dan bekerjasama saling bahu membahu mensukseskan perhelatan mulia ini.

“Keluarga besar masyarakat Nusak Termanu harus sehati melakukan gerakan restorasi, untuk mengembalikan singgasana Budaya dan Adat Istiadat Termanu pada kemurnian dan keagungannya,” tegas Sodi Lian.

Diiakui Sodi Lian, peran Manek Termanu telah mengalami kevakuman puluhan tahun seiring mangkatnya Manek John Amalo.

“Sekarang dibutuhkan hadirnya seorang Manek yang legitimatif untuk bertanggungjawab atas pengelolaan Pranata Adat dan Budaya Termanu secara berkesinambungan, sehingga eksistensi orang Termanu terpelihara sepanjang masa,” tandasnya.

Untuk itu pihaknya meminta sembilan Leo di Termanu segera bergerak turun memberi dukungan nyata berupa tenaga, pikiran, moril dan materil sebagai wujud semangat membangun kembali harkat kebersamaan orang Termanu.

“Secara Genealogis kita percayakan seleksi Figur Manek dirembukkan di Leo Masahuk (FALOA SA’ON), dipersempit ke kaum Folateik atau lebih khusus Keluarga Amalo untuk ditentukan seorang Figur Calon Manek yang diyakini layak.

Selanjutnya dengan Restu sembilan Leo akan dinobatkan pada puncak acara pada tanggal 6 Desember 2019,” terangnya .

Setelah itu, lanjut Sodi Lian, kesembilan Leo akan memilih Maneleonya masing-masing sehingga terbentuk Manesio yang akan mendampingi Manek Termanu dalam setiap urusan adat istiadat dan budaya Termanu.

“Manedope yang selama berabad-abad dipegang oleh Leo Uluanak untuk membantu Manek dalam peradilan adat tentu boleh dipertimbangkan untuk difungsionalkan kembali,” pintanya.

Sodi Lian mengingatkan bahwa perhelatan ini murni kegiatan adat dan budaya, digandeng dengan perayaan Natal dan Sambut Tahun Baru.

Disamping itu, tambahnya, tidak ada ruang bagi siapapun untuk menyusupi kegiatan ini demi kepentingan sempit.

“Peran serta semua pihak dalam perhelatan ini adalah berdasarkan kerelaan hati, sehingga tidak ada alasan bagi pihak manapun dengan cara apapun menodai perhelatan ini dengan melakukan intervensi politik dan sebagainya,” tandasnya lagi. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here