Mukernas V PPP Versi Humphrey Strategis dan Historis

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat mengatakan, Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V yang digelar ini merupakan strategis dan bersejarah, karena untuk pertama kalinya membahas penyatuan kembali PPP.

“Baru pertama kali ini lah Mukernas membicarakan mengenai penyatuan PPP. Sebelumnya tidak pernah. Mukernas yang sebelumnya itu tidak membicarakan penyatuan mengenai PPP,” kata Humphrey disela Mukernas V PPP di  Hotel Redtop, Jakarta Pusat, Minggu (1/12/2019).

Humphrey mengatakan, penyatuan PPP merupakan syarat mutlak supaya partai tersebut bisa kembali menjadi partai yang besar dan kuat. Dia mengklaim, Pelaksana tugas Ketua Umum PPP versi Muktamar Pondok Gede, Suharso Monoarfa, menyambut baik rencana islah tersebut, kendati Suharso berhalangan hadir pada Mukernas kali ini.

“Beliau (Suharso) bilang, semoga nanti juga ketua umum, maksudnya saya, untuk bisa mengambil aspirasi dari Mukernas ini untuk dibicarakan dengan Beliau,” ujar Humphrey.

Dikatakan, setelah kembali bersatu, PPP harus berubah menjadi partai yang bersih. Karena itu, Ia menolak adanya praktik politik transaksional dan pemberian mahar, terutama pada ajang pemilihan kepala daerah dalam waktu dekat.

Ia juga menekankan bahwa PPP harus memajukan kesejahteraan umum, khususnya kalangan pesantren melalui program pemberdayaan ekonomi.

Seperti diketahui, terdapat dualisme di internal PPP sejak Pemilu 2014 lalu. Adapun, kelompok yang diakui oleh pemerintah adalah PPP versi Muktamar Pondok Gede, Jakarta Timur yang dipimpin Suharso Monoarfa menggantikan Romahurmuziy yang tersandung kasus korupsi. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here