Subdit Harda Ditreskrimum PMJ Ungkap Mafia Perumahan Syariah

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Subdit 2 Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan yang dilakukan mafia tanah berkedok perumahan syariah, dan menangkap empat tersangka.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, penipuan berkedok syariah tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2015 sampai dengan 2019.

“Modus operandinya adalah tersangka menawarkan kepada masyarakat pembangunan Perumahan Syariah dengan melakukan kegiatan-kegiatan, di antaranya mereka menunjukkan lokasinya. Kemudian melakukan ground breaking, juga membuat rumah-rumah contoh untuk meyakinkan korbannya,” terang Gatot di Polda Metro Jaya, Kamis (28/11/2019).

Untuk lebih meyakinkan lagi, para tersangka bersilat lidah dengan menyebut pembelian rumah tersebut dicicil tanpa dikenakan bunga bank atau yang lazim dikenal dengan riba.

Hal tersebut, tambah Gatot, sebagai upaya menunjukkan bahwa bisnis rumah mereka terbukti berstatus rumah syariah, padahal hanya isapan jempol belaka.

“Kemudian tidak ada checking bank, inilah yang bikin menarik. Sehingga masyarakat datang ke sana dan tertarik untuk mengambil perumahan-perumahan tersebut, tapi faktanya sampai dengan sekarang rumah tersebut tidak ada yang dibangun bahkan mereka lari,” terang Gatot.

Tercatat ada 270 orang yang menjadi korban dalam penipuan tersebut. Dari total tersebut, Kapolda menyebutkan ada 41 orang yang melapor dalam kurun waktu 7-8 November 2019. Total kerugian yang ditanggung para korban sebesar Rp. 23 miliar.

Gatot menyebut uang tersebut digunakan sebagai biaya gaji para karyawan. Selain itu, ia juga menuturkan sesuai pengakuan tersangka bahwa uang juga dipakai untuk land clearing (pembebasan lahan) serta untuk pembuatan miniatur perumahan sebagai contoh rumah.

Lokasi yang menjadi target pembangunan rumah namun tak kunjung terbangun adalah:

1. Perumahan Alexandria di Kabupaten Bogor.

1. Perumahan The New Alexandria di Bojong gede, Bogor.

2. Perumahan Cordova di Cikarang.

3. Perumahan Hagia Sophia di Bandung Timur.

4. Perumahan pesona Darussalam di Lampung.

Para tersangka terjerat kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan sekaligus Undang-Undang Perumahan. Selain itu tersangka juga dikenakan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Himbauan saya tentunya, kepada seluruh masyarakat, karena kasus-kasus terkait dengan perumahan fiktif, juga apartemen sudah beberapa kali kita tangani, oleh karena itu kalau membeli cek betul, tanyakan betul status tanahnya dan lain sebagainya. Pengecekan, sehingga masyarakat tidak menjadi korban berikutnya,” pungkas Kapolda. (Min/CS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here