20 Pekerja Migran lndonesia asal Ende Flores Meninggal dunia di Malaysia

BERITABUANA.CO, KUPANG – Sebanyak 20 Pekerja Migran lndonesia (PMI) asal Ende, Flores, NTT, meninggal dunia saat bekerja di negara tetangga Malaysia.

Menurut Koordinator Komisi Keadilan dan Perdamaian Pastoral Migran dan Perantau (KKP – MP) Kevikepan Ende, RD Reginald Pi Perno, kepada Pos Kupang.Com, Rabu (27/11/2019) di Ende, kasus kematian 20 PMI ini sangat mengenaskan, karena mereka meninggal karena berbagai hal, seperti kecelakaan kerja dan sakit.

RD Perno mengatakan, bahwa data kematian PMI asal Kabupaten Ende tidak saja berdasarkan data yang mereka kumpulkan dari berbagai sumber, tapi dirinya sendiri yang melihat dan mengurusnya baik ketika masih di Malaysia maupun ketika sudah di Ende.

Dijelaskannya, bahwa PMI yang meninggal umumnya adalah PMI yang tidak memiliki dokumen sebagaimana layaknya atau yang lazim disebut PMI ilegal. Oleh sebab itu, pihaknya mengharapkan kepada warga Ende yang ingin bekerja di luar negeri hendaknya melengkapi dokumen yang sah agar keberadaannya bisa diterima dan diberlakukan secara layak pada saat bekerja.

“Kalau tidak punya dokumen para pekerja tidak nyaman bekerja karena dikejar-kejar aparat keamanan Malaysia,” kata RD Perno.

Ia mengakui bahwa berbagai kasus kematian yang ada, pihaknya melihat sesuatu yang agak aneh karena ketika PMI dibawa ke rumah sakit, terutama8 PMI ilegal, maka dipastikan yang bersangkutan akan meninggal dunia.

“Kita tidak menuduh ada hal yang salah dalam penanganan PMI pada saat masuk rumah sakit, namun pada kenyataannya ketika ada PMI yang sakit umumnya bukan sembuh namun justru berujung pada kematian,” kata RD Perno.

RD Perno mengatakan, soal perlakuan kepada PMI yang tidak layak bukan sekedar isapan jempol, namun dirinya sendiri yang melihat langsung saat ke Malaysia beberapa waktu lalu.

“Saya bahkan nyaris diusir oleh Polisi Diraja Malaysia karena hendak membantu seorang ibu yang pendarahan pada saat di rumah sakit. Pihak rumah sakit bersikeras baru membantu apabila sudah ada pembayaran, baru pasien dilayani,” katanya.

Dirjen lmigrasi Ronny F Sompie, menanggapi keluhan RD Perno, mengatakan, sebaiknya para calon PMI yang akan bekerja di luar negeri khususnya di Malaysia, sebaiknya melengkapi dokumen ketenagakerjaan, agar terlindungi jika mendapat masalah di tempat kerjanya.

“Kalau si PMI secara resmi berangkat, pihak perwakilan lndonesia seperti Konjen pasti bisa memantau dan memberikan bantuan,” tutur Ronny. (nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here