Hyundai Motor Akan Menerapkan Strategi “Diferensiasi Inovatif”

BERITABUANA.CO, SEOUL –Terkait dengan di tangani
nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) Hyundai Motor Company dengan pemerintah Indonesia, Selasa (26/11) untuk membangun pusat manufaktur pertama yang berbasis di kawasan ASEAN (Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara).

Untuk itulah dengan tujuan untuk mempercepat pembentukan sebuah platform bagi pengembangan produk yang stabil, produksi serta penjualan di Indonesia serta di pasar-pasar ASEAN yang lebih luas, Hyundai Motor akan menerapkan strategi “diferensiasi inovatif” guna mendapatkan keunggulan kompetitif dibanding para pesaing.

Agar dapat mengembangkan model kendaraan strategis yang dirancang khusus untuk kawasan ini, Hyundai Motor telah membentuk organisasi khusus dan saat ini mengoperasikan sistem di mana kantor pusat dan operasi-nya di Indonesia berkolaborasi secara organik di semua aspek pengembangan produk dan proses produksi massal.

Hyundai juga akan mendukung penguatan kemampuan teknologi dari para produsen suku cadang lokal dengan mendorong kemitraan antara pemasok Korea dan perusahaan-perusahaan mitra Indonesia.

Dalam hal produksi dan penjualan, Hyundai akan mengambil pendekatan yang sangat berpusat pada pelanggan. Kendaraan akan ditawarkan berdasarkan skema build-to-order (BTO), yang memungkinkan pelanggan memilih spesifikasi produk saat memesannya, sementara hal ini juga dapat menurunkan biaya persediaan. Pada saat produksi komersial dimulai, Hyundai juga berencana untuk mengimplementasikan saluran ritel online-offline-mobile terintegrasi baru, atau omni-channel, dengan beberapa perusahaan e-commerce lokal terbesar untuk mengoptimalkan penjualan dan pengalaman pelanggan di Indonesia.

Hyundai juga berencana membangun jaringan dealer nasional sejak awal operasi, pada tahap awal akan memastikan terdapat sekitar 100 dealer di tahun 2021 dan akan terus berkembang secara bertahap.

Dengan menargetkan pelanggan usia muda yang akrab dengan layanan online, perusahaan akan secara aktif mengeksplorasi dan mempertimbangkan berbagai pilihan spesifikasi berdasarkan layanan yang terhubung, seperti perintah suara, kontrol kendaraan, dan belanja dalam kendaraan.

Hyundai Motor saat ini mengoperasikan pabrik di delapan negara termasuk Amerika Serikat, China dan India. Pada tahun 2018, Hyundai Motor bersama produsen mobil afiliasinya, Kia Motors berhasil mecatatkan penjualan global sebanyak 7,4 juta kendaraan secara keseluruhan, menjadikan Hyundai Motor Group kelompok otomotif terbesar kelima di dunia. Penambahan pembangunan pabrik di Indonesia akan memperluas jaringan produksi global Hyundai, mengoptimalkan pasokan untuk dapat menjawab permintaan pelanggan dengan lebih baik di semua benua.

Indonesia sendiri, sebagai pasar mobil terbesar di kawasan ASEAN, telah mencatatkan penjualan sebesar 1,15 juta unit dalam penjualan tahunan tahun lalu dan dianggap sebagai pasar yang sangat potensial dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5 persen per tahun. Negara-negara utama ASEAN termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapura diperkirakan akan menciptakan pasar otomotif sekitar 4,49 juta unit pada 2026, dari sebelumnya 3,16 juta unit pada 2017.

Setelah selesainya acara penandatanganan MOU, perwakilan pemerintah Indonesia, termasuk Presiden Jokowi, melihat-lihat berbagai eksibisi di pabrik Ulsan, termasuk demonstrasi pemurni udara pada kendaraan bertenaga sel listrik (fuel cell electric vehicle/FCEV) NEXO, ilustrasi gambar NEXO dan Kona Electric, sebuah sistem pengisian nirkabel untuk kendaraan EV, robot yang dapat dipakai dan skuter listrik.(Savor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here