BPJAMSOSTEK Gencar Lakukan Palatihan Vokasi

BERITABUANA.CO, JAKARTA—Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Krishna Syarif mengatakan, program pelatihan “Vokasi Indonesia Bekerja” dikhususkan bagi para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) agar mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk kembali bekerja mulai dilaksanakan pada September 2019.

“Ini merupakan wujud dari pelaksanaan misi BPJAMSOSTEK yaitu meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja. Karena itu, melalui program ini kami berharap perusahaan-perusahaan besar mendukung dan mau menjadi bapak asuh bagi peserta program ini,” kata Krishna saat launching pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja dijakarta, Senin (25/11/2019).

Untuk kali ini program ini digelar di wilayah Jakarta Timur yang diselenggarakan BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Rawamangun bersama LPK Bina Mutu Bangsa. Dengan adanya perusahaan yang menjadi bapak asuh, menurutnya, diharapkan dapat menjadi pendamping para peserta program untuk mendapatkan kredit lunak dari perbankan sehingga lulusan vokasi ini bisa menjadi wirausaha yang nantinya mampu membuka peluang kerja.

Krishna mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang gencar mempromosikan pelatihan vokasi kepada seluruh pekerja di Indonesia. Pasalnya, pelatihan ini bisa membuka kesempatan bagi para pekerja yang mengalami PHK untuk kembali bekerja. Sejak mulai dijalankan September 2019, tercatat 600 pekerja sudah mengikuti pelatihan vokasi, dan 200 di antaranya dinyatakan lulus tersertifikasi.

Saat ini pelatihan vokasi telah menyediakan berbagai modul pelatihan yang tersebar di berbagai tempat, diantaranya kelas barista, pastry & bakery, digital (multimedia, desain grafis, UI/UX), tata kecantikan rambut & muka, perhotelan, tata boga, koki, operator alat berat, otomotif perbengkelan, pengelasan, teknisi HP, teknisi AC, administrasi perkantoran, dan kedepannya modul tersebut akan terus bertambah.

“Pada tahun 2020 pemerintah menargetkan BPJAMSOSTEK mampu melatih 20 ribu pekerja, oleh karena itu saya mengajak suluruh pekerja yang mengalami PHK ataupun putus kerja untuk mendaftarkan diri dengan cara mengakses website www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan klik pada banner vokasi,” jelas Krishna.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pendaftar adalah wajib memiliki akun aplikasi BPJSTKU, bertatus Warga Negara Indonesia (WNI), telah menjadi peserta Penerima Upah BPJAMSOSTEK dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid dan diutamakan mengikuti program JHT (Jaminan Hari Tua).

Selain itu calon pendaftar juga harus memiliki masa kepesertaan BPJAMSOSTEK minimal 1 tahun atau 12 bulan dengan besaran upah yang dilaporkan minimal sebesar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) terendah di Indonesia, mengalami PHK, masa berhenti paling singkat 1 bulan dan paling lama 24 bulan sebelum mendaftarkan dirinya di pelatihan ini. (Ful)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here