Remaja Disabilitas Indonesia Ikuti Global IT Challenge 2019 di Korea Selatan

by -

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wall’s kembali mendukung YPAC Nasional mengirimkan satu tim Indonesia ke kompetisi IT Remaja Disabilitas Global IT Challenge di Busan, Korea Selatan. Pelepasan dilakukan di kantor Sekretariat YPAC Nasional di Kebayoran, Jakarta Selatan pada 22 November 2019.

Menurut Ketua Umum YPAC, Farida Ratna Djuita, tim terpiih harus melewati seleksi diantaranya, paham mengenai IT, bisa berbahasa Inggris dan berusia minimal 16 tahun. Mereka terseleksi dari remaja remaja di seluruh Indonesia dibantu oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

“ Selain kompetisi IT, terdapat Forum Inovasi dan Inklusi di GITC 2019, yang merupakan kelanjutan dari IT Forum. Peserta forum adalah para pendamping, selain perwakilan pemerintah dari masing-masing negara. Tahun ini Indonesia diwakili oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan memaparkan kondisi IT terkini di Indonesia, khususnya dalam mendukung penyandang disabilitas,” kata Farida.

GITC (Global Information Technology Challenge), adalah program peningkatan potensi remaja disabilitas melalui kompetisi teknologi informasi yang diadakan setiap tahun. Diikuti  oleh remaja disabilitas terpilih dari 18 negara di Asia-Pasifik. Mereka memperlihatkan pada dunia bagaimana para remaja ini dapat mengatasi keterbatasan, menaklukkan tantangan dari diri mereka sendiri, dan menunjukkan potensinya. Tahun ini,  Indonesia hanya mengirim satu tim saja, terdiri dari, Tion Iswara Wirmo (disabilitas penglihatan), Lazzari Charos Lumbantoruan (disabilitas fisik), Umran Zhafran Ibrahim (disabilitas developmental) dan Syifa  Arya Maharani (disabilitas pendengaran). Dan, Global IT Leader GITC 2018, Fayza Putri Adila diundang panitia GITC 2019 ke Busan untuk berbagi pengalaman sebagai Global IT Leader 2018 dengan para peserta kompetisi.

Melalui berbagai program, Wall’s senantiasa mengusung brand purpose atau tujuan mulia yaitu #SemuaJadiHappy, karena percaya bahwa kebahagiaan adalah hak semua orang, tanpa terkecuali. Bulan Juli 2019 lalu, Wall’s menginisiasi kerja sama dengan YPAC Nasional untuk menghadirkan kebahagiaan inklusif bagi anak-anak Indonesia melalui rangkaian acara Wall’s Happy Day yang telah digelar di 5 (lima) kota besar di Indonesia. Acara tersebut ditujukan agar anak-anak penyandang disabilitas dapat membangun rasa percaya diri, sementara anak-anak non disabilitas dapat belajar untuk berempati terhadap sesama.

Tim GITC 2019, telah diberi pembekalan IT secara online oleh Instruktur IT YPAC Nasional selama empat bulan terakhir terkait pelatihan materi GITC. Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memberikan dukungannya lewat pengayaan IT yang diberikan oleh IT Instruktur Kemkominfo. Ajang GITC ini bertujuan untuk memberikan kepada para peserta, akses serta pengalaman teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kemampuan peserta di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang dapat mendorong partisipasi sosial mereka, menuju masa depan yang lebih baik.

Pencetus serta penyandang dana utama dari kegiatan GITC adalah Rehabilitation International – Korea, organisasi nirlaba yang berkedudukan di Seoul – Korea, yang bertujuan untuk mengembangkan program pengentasan kemiskinan khususnya bagi penyandang disabilitas melalui literasi di bidang informasi, teknologi dan komunikasi. Peserta GITC awalnya mencakup negara Asia-Pasifik saja, tetapi saat ini, telah berkembang secara global, dengan partisipasi negara lain di luar Asia-Pasifik, yakni Australia dan Inggris.

YPAC Nasional, melalui National Secretary untuk Rehabilitation International – Indonesia, ditunjuk sebagai kontak organisasi untuk GITC di Indonesia, mulai dari menyeleksi peserta, memberikan pelatihan pembekalan, hingga pengiriman delegasi Indonesia ke ajang GITC. Kerjasama YPAC Nasional dan Rehabilitation International – Korea sejak tahun 2014 untuk GITC ini berlanjut dengan pendirian Pusat Pelatihan Informasi-Teknologi di Jakarta dan Bandung, selama 3 tahun (2016-2019).

Untuk diketahui, remaja Indonesia telah berhasil meraih penghargaan di ajang GITC sejak keikutsertaaan tim Indonesia di GITC, lima tahun lalu. Tahun 2015, GITC diadakan di Serpong, Indonesia, dengan dukungan Kementerian Informasi, Teknologi dan Komunikasi. Gelar Juara Umum dan penghargaan tertinggi sebagai Global IT Leader 2015 diraih oleh Pramuditaya Dyan Prabaswara, remaja disabilitas low vision asal Kebumen, Jawa Tengah.

Selain meraih medali perorangan dan kelompok di GITC 2014 dan 2017, di GITC 2018 di New Delhi – India, Indonesia kembali merebut Juara Umum, lewat Global IT Leader 018 – Fayza Putri Adila, remaja putri disabilitas pendengaran berusia 16 tahun. Fayza merupakan Global IT Leader perempuan pertama, sejak GITC diselenggarakan di tahun 2011.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *