Resmi Maju Sebagai Calon Ketum Golkar, Bamsoet Deklrasi di Lobi Gedung Nusantara III DPR

Bamsoet deklarasikan dirinya untuk maju sebagai calon ketum Golkar.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Terjawab sudah teka teki maju tidaknya Bambang Soesatyo sebagai kandidat calon ketua umum Partai Golkar periode 2019-2024. Kemarin (Jumat, 22 November 2019), Bamsoet sapaan Ketua MPR RI itu mendeklarasikan dirinya sebagai penantang petahana Airlangga Hartarto.

Deklarasi untuk mendukung dan memenangkan Bamsoet disampaikan Tim Suksesnya, Nusron Wahid saat mendampingi Bamsoet menjelaskan kepada wartawan di lobi Gedung Nusantara III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Dengan demikian, Musyawarah Nasional (Munas) partai berlambang Pohon Beringin yang akan digelar bulan depan itu akan kian memanas.

Melanjutakan pernyataanya, Nusron menyampaikan bajwa keputusan mengusung Bamsoet, setelah berdiskusi secara intensif dengan lebih dari separuh pimpinan DPD Provinsi, DPD Kabupaten/Kota, Pimpinan Organisasi Pendiri, organisasi yang didirikan, organisasi sayap, para senior dan pinisepuh Partai Golkar.

“Makanya, kami mendesak saudara Bambang Soesatyo untuk maju dalam Munas X sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar,” kata mantan Kepala BNP2TKI itu.

Nusron juga menyebut 7 (tujuh) alasan mengapa Bamsoet harus maju menjadi calon ketua umum Partai Golkar. Alasan pertama, tergerusnya kapasitas electoral Partai Golkar. Kedua, kepemimpinan partai (Airlangga) tidak efektif serta mengingkari fitrah dan konstitusi partai.

Ketiga, pengalaman politik dan capital social Partai Golkar yang tidak mampu dikonsolidasi dan dikapitalisasi untuk memajukan partai dan meningkatkan kinerja electoral partai oleh kepemimpinan partai.

Keempat, tantangan politik partai ke depan yang semakin rumit dan kompleks. Kelima, dorongan bahkan desakan kuat dari keluarga besar Partai Golkar di pusat, terutama dari daerah-daerah.

Keenam, pengalaman kepemimpinan, integritas, kompetensi dan militansi Bamsoet. Ketujuh, posisi politik Bamsoet sebagai ketua MPR RI yang terpilih secara aklamasi.

“Posisi politik saudara Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR yang terpilih secara aklamasi menandai posisi tawar politik yang kuat dalam konstelasi politik nasional,” sebut Nusron.

Tidak hanya itu saja, menurut Nusron, keterpilihan Bamsoet sebagai Ketua MPR secara aklamasi, juga menunjukkan dukungan dan pengakuan seluruh kekuatan politik nasional terhadap integritas dan kinerja kepemimpinan politik Bamsoet.

Dalam kaitan ini, MPR sebagai lembaga tinggi negara, sejajar dengan lembaga presiden, bahkan MPR lah yang diberikan tugas konstitusional untuk menggelar pelantikan dan pengucapan sumpah Presiden dan wakil presiden.

Dengan demikian kata Nusron, secara politik dan konstitusional, Ketua MPR bersamaan kedudukannya dengan Presiden, sebagai kepala pemerintahan.

“Konsekwensinya, Ketua Umum Golkar yang menjabat Ketua MPR memiliki posisi tawar politik yang lebih kuat, dibandingkan seorang menteri yang sejatinya menjadi pembantu Presiden,” ungkap mantan Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar itu. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here