Rekonstruksi Kasus Penyiraman Air Keras Digelar di Polda Metro Jaya

Pelaku penyiraman air keras saat melakukan rekonstuksi. (Foto: Min)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Rekonstruksi kasus penyiraman air keras berupa larutan soda api dengan tersangka Findra Yunico (29) alias FY, digelar di halaman samping Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (21/11/2019).

Rekonstruksi yang disaksikan oleh pihak kejaksaan ini, menghadirkan tersangka FY. Sementara para korban penyiraman larutan soda api diperankan oleh pemeran pengganti. Sedangkan untuk rekontruksi pembelian soda api dan meracik, sehingga menjadi larutan air keras dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP).

Tersangka Findra tampak tenang, saat menjalani rekonstruksi. Bahkan sesekali ia meluruskan rencana adegan yang harus ia lakukan. Dalam rekonstruksi terungkap Findra mengendarai sepeda motor saat beraksi. Ia membawa larutan soda api di dalam botol air mineral.

Beberapa meter sebelum mendekati korban, Findra membuka tutup botol air mineral dan dibawanya dengan satu tangan. Ia kemudian menyiramkan larutan soda api dengan mengendarai sepeda motor dengan satu tangan.

Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Hendro Sukmono mengatakan rekonstruksi yang digelar di Polda Metro Jaya ini, adalah saat-saat pelaku melakukan penyiraman di tiga lokasi di Jakarta Barat.

“Sementara untuk rekonstruksi pembelian soda api sampai meraciknya, dilakukan di lokasi sebenarnya,” kata Hendro, Kamis (21/11/2019).

Ia menjelaskan dari BAP yang disusun rencananya ada sekitar 40 adegan dalam rekonstruksi di Polda Metro Jaya. “Tapi nantinya bisa berkembang lagi untuk jumlah adegannya,” kata Hendro.

Sebab dengan rekonstruksi ini katanya dilakukan untuk mencocokkan keterangan tersangka dalam BAP dengan apa yang terjadi di lapangan.

“Sehingga kronologis peristiwa yang dilakukan tersangka makin jelas,” katanya.

Menurut Hendro rekonstruksi juga dilakukan untuk melengkapi berkas perkara sebelum nantinya dilimpahkan ke kejaksaan.

Seperti diketahui tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat, telah membekuk pelaku penyiraman cairan kimia di Jakarta Barat.

Pelaku adalah Findra Yunico (29) alias FY, yang dibekuk polisi di Jalan Mawar, Srengseng, Jumat (15/11/2019) malam.

Findra diketahui berprofesi sebagi teknisi atau tukang service, air conditioner (AC) atau pendingin ruangan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan motif pelaku beraksi yakni karena merasa tak diperhatikan keluarga saat sakit hingga mendengar bisikan gaib, barulah motif sementara.

Gatot menjelaskan aksi pelaku penyiraman air kima berupa larutan soda api, sudah beraksi 4 kali dan semuanya dilakukan di Jakarta Barat. Dari semua aksinya kata Gatot, FY memilih korbannya adalah perempuan, secara acak.

“Kenapa korbannya harus perempuan. Karena ia merasa waktu sakit akibat terjatuh pada 2015 lalu dan luka di kepala, kakaknya perempuan dianggap olehnya tidak memperhatikan dia. Sehingga dia memilih korbannya adalah perempuan, dan secara acak,” kata Gatot.

Meskipun kata Gatot, dari keterangan kakak pelaku yang perempuan, didapati sang kakak membantah ia tak memperhatikan adiknya saat sakit dan dirawat di rumah sakit.

“Karenanya masih kita dalami lagi, motif sebenarnya tersangka. Yang ada saat ini masih motif sementara. Apakah ada motif lain atau seperti apa, masih didalami,” kata Gatot.

Gatot mengatakan dari hasil pengembangan pemeriksaan ke pelaku, terungkap bahwa pelaku sudah 4 kali beraksi. Ini artinya ada satu aksi yang tidak dilaporkan ke polisi.

Aksi FY yang tidak dilaporkan ke polisi itu adalah pada 3 November 2019 lalu.

“Dari pengembangan pemeriksaan yang dilakukan, ternyata sebelumnya, yakni tanggal 3 November, pernah sekali ia melakukan penyiraman air kimia. Jadi ada 4 kali sebenarnya tersangka melakukan penyiraman. Tapi karena soda api dan air, campurannya terlalu sedikit pada penyiraman 3 November itu, tidak ada berdampak pada korban dan tidak ada yang melapor ke Polsek Kebon Jeruk atau Polres Jakarta Barat,” kata Gatot.

Barulah pada penyiraman air kimia berikutnya atau yang kedua sampai keempat kata Gatot, ada dampak yang dialami korban sehingga membuat laporan ke polisi.

Dari sanalah polisi berhasil mengungkap kasus ini dan membekuk pelaku.

“Penyiraman air kimia yang pertama itu dan tak berdampak pada korban, dilakukan pelaku tak jauh dari Polsek Kebon Jeruk. Jadi pengakuan tersangka ia sudah 4 kali melakukan penyiraman,” kata Gatot.

Mengenai motif pelaku yang dibeberkan polisi sebelumnya yakni karena pelaku pernah jatuh dan tak diperhatikan keluarga sehingga melakukan penyiraman agar orang lain merasakan penderitaan yang sama, menurut Gatot masih merupakan motif sementara.

“Untuk motif pastinya semua masih didalami kembali, dengan melibatkan ahli kejiwaan atau psikolog,” kata Gatot.

Seperti diketahui sebelumnya Tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat, berhasil membekuk pelaku penyiraman cairan kimia yang terjadi di tiga lokasi di Jakarta Barat, dalam sepekan terakhir ini. Dimana semua korbannya adalah perempuan dan 5 diantaranya adalah pelajar.

Kabid Kimbiofor Puslabfor Polri Kombes Andi Firdaus mengatakan dari pemeriksaan cairan kimia di tiga lokasi dimana pelaku beraksi, dipastikan bahwa cairan itu adalah soda api.

“Dari TKP satu, dua dan tiga, bahannya identik yaitu soda api. Nama kimianya natrium hidroksida,” kata Andi, Sabtu (16/11/2019).

“Ini, termasuk bahan berbahaya dan dapat menyebabkan iritasi ke kulit, apabila disiramkan tersangka ke korban. Tapi tidak sampai membuat melepuh kulit, sebagaimana bahan dengan konsentrat kimia tinggi lainnya,” tambahnya lag.

Andi menjelaskan, soda api yang dipakkai pelaku berbentuk butiran atau kristal.

“Oleh pelaku kristal soda api itu dilarutkan di dalam air, dalam suatu kemasan. Air itulah yang digunakan tersangka FY untuk menyiram para korban. Jadi, dia tidak langsung pake tangan, tapi mungkin dia menabur dahulu kristal ke dalam botol atau wadah tertentu,” katanya. (Min)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here