Pemprov NTT Diminta Siap Hadapi Kenaikan Permintaan Bapok dan Kondisi Cuaca

BERITABUANA.CO, KUPANG -Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT diminta menyiapkan diri hadapi potensi kenaikan permintaan Barang Kebutuhan Pokok (Bapok), serta mencermati kondisi cuaca kemarau panjang yang terjadi saat ini.

Permintaan tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Dody Edward saat memimpin Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Hotel Sasando Kupang, Kamis (21/11/2019).

Rakor tersebut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Nasir Abdullah dan Perwakilan Dinas yang membidangi perdagangan dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT. Selain itu, hadir pula Tim Pengendali Inflasi Daerah, Perwakilan Satgas Pangan, Perwakilan Bulog, serta pelaku usaha Bapok.

Diakui Dody Edward, menjelang Natal dan Tahun Baru, biasanya terjadi peningkatan permintaan Bapok, yang dapat berdampak pada kenaikan harga. Untuk itu, perlu dilakukan langkah antisipasi khususnya di daerah-daerah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal, serta daerah penyumbang inflasi tinggi. Salah satunya, dengan meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Potensi kenaikan permintaan Bapok pasti ada, untuk itu perlu terus memantau dan melaporkan perkembangan harga harian Bapok, khususnya beras secara intensif di pasar pantauan,” imbau Dody Edward..

Disamping itu, tambah Dody Edward, Pemprov NTT diiimbau untuk memantau dan melaporkan hambatan distribusi Bapok, seperti kerusakan jalan atau hambatan lain yang dapat mengganggu kelancaran distribusi.

“Begitu juga dengan jumlah stok bapok yang dimiliki pedagang di pasar pantauan, guna mengetahui perkiraan kebutuhan stok harian Bapok di pasar,” ujarnya.

Pihaknya berharap, Pemprov NTT dapat mengambil langkah-langkah koordinatif, untuk menstabilkan harga bila terjadi kenaikan harga yang di luar kewajaran.
Yang tidak kalah penting, lanjut Dody Edward, harus meningkatkan koordinasi antarinstansi di daerah, untuk memastikan ketersediaan bapok melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah di lokasi-lokasi pemukiman masyarakat berpendapatan rendah.

“Pemprov NTT juga harus memastikan pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar, dan mengimbau pelaku usaha untuk tidak menimbun barang dalam rangka spekulasi. Dalam melakukan pengawasan, pemerintah daerah perlu meningkatkan kerja sama dengan Satgas Pangan,” tutup Dody.

Perlu diketahui, Rakorda dan pantauan Bapok merupakan salah satu langkah strategis Kemendag dalam menghadapi Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Kegiatan ini diluncurkan oleh Menteri Perdagangan di kantor Kemendag, Jakarta, pada 13 November 2019.
Waktu pelaksanaan kegiatan tersebut antara minggu ke-2 November sampai dengan minggu ke-2 Desember 2019.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung di 15 daerah pantauan utama, yaitu Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat sebagai daerah yang mayoritas masyarakatnya merayakan Natal.

Selain itu, rakorda juga dilaksanakan di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Bali sebagai daerah yang diprediksi berpotensi memberikan andil inflasi cukup tinggi.

Sebelumnya, Kemendag telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional bapok di Jawa Timur pada 4 Oktober 2019 lalu. Pada rakornas ini, Menteri Perdagangan memberikan arahan, yaitu pertama, segera melakukan langkah antisipasi menjelang Natal 2019 Tahun Baru 2020. Kedua, mewaspadai tantangan terkait kondisi kekeringan ekstrim. Ketiga, menjaga kelancaran pasokan ke masyarakat dan keterjangkauan harga di pasar.

Selain rakorda dan rakornas, Kemendag akan mengawal ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga bapok di pasar secara intensif melalui kegiatan penetrasi pasar di 82 kabupaten/kota pantauan mulai minggu ke-3 Desember 2019.

Kegiatan ini melibatkan seluruh Pejabat Eselon I dan II Kemendag beserta tim. Kegiatan tersebut didukung sinergi dan kerja sama dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Satgas Pangan, Bulog, dan Tim Pengendali Inflasi. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here