Kemenhub Bersiap Songsong Angkutan Nataru 2019/2020

Wisnu Handoko, Direktur LLAL (tengah) foto bersama dengan jajarannya usai pembukaan Rakor Nataru 2019/2020. (Foto: Yus)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Jajaran Kementerian Perhubungan baik darat, laut, udara maupun kereta api mulai mempersiapkan diri untuk menyongsong  kelancaran, keamanan dan kenyamanan angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, misalnya, kini sudah mulai mempersiapkan diri dengan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, diikuti 134 peserta dari kantor pusat dan UPT di daerah, BMKG, Ditpolair, Basarnas, KNKT, PT Pelni, Asosiasi Pelayaran, dan pemangu kepentingan lainnya.

“Belum hilang dari ingatan, ditempat ini setahun lalu juga pernah di gelar Rakor, dan kini kembali diadakan guna mempersiapkan diri lebih baiik lagi dari sebelumnya,” kata Capt. Wisnu Handoko, Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, mewakili Dirjen Hubla saat membuka Rakor tersebut di Merlynn Park Hotel, Kamis (21/11/2019).

Capt. Wisnu mengemukakan, Pemerintah bersama BUMN, dan swasta telah menyiapkan kapasitas angkutan kapal laut sampai 3 juta orang, dengan jumlah armada mencapai ratusan kapal, termasuk kapal perintis, kapal negara dan kapal-kapal swasta.

Menurutnya, yang perlu menjadi perhatian khusus adalah angkutan natal dan tahun baru di wilayah Indonesia Timur, dengan tidak mengenyampingkan wilayah barat.

“Peningkatan arus penumpang tertinggi diproyeksikan terjadi di kawasan timur Indonesia, sehingga perlu diantisipasi dengan sebaik mungkin,” tandas Capt. Wisnu, seraya menyebutkan arus penumpang kapal laut diproyeksikan naik 1,8% menjadi 1,9 juta orang.

Untuk itu, jelas Capt. Wisnu, bagaimana mengantisipasi potensi lonjakan penumpang kapal laut terutama di beberapa titik di kawasan timur Indonesia dan daerah 3T seperti Ambon, Jayapura, Mearuke, Sorong dan lainnya. “Sedari dini potensi penumpukan penumpang harus diantisipasi dengan baik, dan segera diatasi agar masyarakat bisa merayakan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 bersama keluarganya,” tuturnya.

Capt. Wisnu meminta aparat yang terlibat angkytan Nataru mulai dari pusat sampai daerah supaya dibentuk Pokso, dan koordinasi antar petugas di pusat dan daerah diperkuat. Gunanya, apabila ada masalah bisa langsung dikomunikasikan guna mengambil solusi yang terbaik.

Lebih lanjut Capt. Wisnu menjelaskan, untuk mengantisipasi lonjakan penumang Nataru akan dilakukan rerouting kapal-kapal terutama dari armada PT Pelni dari rute yang kurang ramai, dialihkan ke daerah yang padat. “Dalam hal ini, Ditjen Hubla akan berkoordiansi dengan PT Pelni untuk mengantisipasi masalah lonjakan arus penumpang tersebut,” tambahnya. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here