Kantor lmigrasi Mataram Perketat Pemeriksaan Dokumen Paspor

BERITABUANA.CO, MATARAM – Guna mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Ditjen lmigrasi melalui Kantor lmigrasi Kelas l TPI Mataram, NTB, melakukan pengetatan pemeriksaan dokumen.

Hal ini sesuai surat edaran Ditjenim untuk memeriksa dokumen tambahan berupa tiket pesawat pulang pergi (return ticket) dan surat dari kepen2banbbla desa bahwa pemohon tidak menjadi pekerja migran non prosedural.

“Saya juga telah meminta kepada kepada anggota jika menemukan 4 Induk Kependudukan (NlK) dan KTP tidak sesuai langsung ditolak. Sistem kami sudah terkoneksi dengan sistem SIAK di Kemendagri, sehingga pengecekan bisa real time. Kami sadar kami harus melakukan sinergi lintas lembaga untuk mencegah TPPO,” jelas Plt Kanim Kelas l Mataram, Armand Armada Yoga Surya dalam rapat koordinasi pencegahan tidak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kantor Imigrasi Kelas l, Mataram, kemarin.

Rapat dihadiri oleh Direskrimum Polda NTB Kombes Kristiaji, Disnaker NTB, BP3TKI Mataram, Disdukcapil 5 kabupaten dan kota di Lombok, Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham NTB, Kantor lmigrasi Sumbawa dan Kantor Imigrasi Bima.

Menurut Armand, terkait perubahan data paspor harus putusan pengadilan. “Jadi tidak mudah mengubah data di paspor,” ujarnya.

Direktur Kriminal Umum Polda NTB Kristiaji, mengaku terkait adanya dugaan kasus TPPO di NTB menjadi perhatian Kapolri. Karena sebelum tahun 2018, belum ada satu pun kasus TPPO yang terungkap. “Kami mendorong semua instansi terkait untuk memformulasikan bagaimana melindungi PMI di luar negari,” tandasnya.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda NTB mengaku, banyak penyintas asal NTB yang minta perlindungan di KBRI. Contohnya kasus WNI di Suriah dan PMI yang secara ilegal tinggal di perumahan ilegal di Mekah.

Apalagi tidak sedikit PMI Non prosedural yang disiksa majikan.

“Mereka umumnya memalsukan data-data diri, kemudian berangkat ke luar negeri berlagak umroh dan lain sebagainya. (nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here