Danseskoal Terbitkan ‘Buku Indonesian Navy, Global Maritime Fulcrum and ASEAN’

BERITABUANA.CO, JAKARTA– Komandan Sekolah dan Staf Komando TNI Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Amarulla Octavian menerbitkan buku dengan judul “Indonesian Navy, Global Maritime Fulcrum and ASEAN”. Buku tersebut dicetak oleh Seskoal Press dan terdiri dari tiga bagian.

Dalam kata pengantarnya, Penulis yakni Laksda TNI Amarulla Octavian mengucapkan banyak Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan berkat yang diberikan selama ini hingga buku yang ditulisnya ini dapat diterbitkan.

Ia menjelaskan, buku Indonesian Navy ini ditulis untuk memenuhi permintaan kalangan akademisi untuk menggali beberapa konsep pemikiran tentang kemaritiman.

“Buku ini merupakan kumpulan makalah ilmiah yang telah disampaikan pada berbagai forum internasional tentang berbagai aspek ke Angkatan Laut-an dan kemaritiman. Kedua aspek tersebut adalah wujud keahlian “Center of Excellence” Seskoal yang dijadikan modal akademis menuju World Class Naval College pada tahun 2024,” kata Laksda A. Octavian dalam pengantarnya yang dikutip www.beritabuana.co, Kamis (21/11).

Buku ini juga diharapkan bisa menjadi acuan untuk para Perwira Mahasiswa Seskoal, para dosen perguruan tinggi dan masyarakat umum lainnya baik di Indonesia maupun di luar negeri guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas TNI Angkatan Laut, mengoptimalkan kebijakan Poros Maritim Dunia dan kontribusinya bagi kawasan Asia Tenggara.

Laksda Octavian lalu menjelaskan bagian-bagian dalam buku yang ditulisnya. Bagian pertama buku ini misalnya membahas peran dan fungsi TNI Angkatan Laut dalam mengemban amanat menjaga kedaulatan laut yurisdiksi nasional.

“Stabilitas keamanan maritim menjadi konsentrasi utama dalam bentuk berbagai operasi militer baik secara unilateral maupun bilateral dan/atau multilateral,” jelasnya.

Sebab itu, kerjasama internasional merupakan elemen penting yang harus dikembangkan dalam menangani berbagai bentuk ancaman dari kerawanan bencana alam dan dari tindak pidana di laut. Kualitas operasi militer harus lebih efektif sekaligus kuantitas operasi militer harus lebih efisien menjadi bagian dari kajian dan tesis para Perwira Mahasiswa Seskoal.

” TNI Angkatan Laut dituntut berbenah diri mengantisipasi dinamika lingkungan strategis dan perkembangan teknologi yang sangat mempengaruhi pola dan macam operasi militer yang digelar. Tentunya dengan bertumpu pada keunggulan sumber daya manusia TNI Angkatan Laut yang profesional dan berkarakter Pancasila bebas dari radikalisme,” tuturnya.

Sementara, bagian kedua buku ini membahas peran serta TNI Angkatan Laut menyukseskan berbagai program pemerintah sesuai dengan visi Poros Maritim Dunia.

Selama ribuan tahun Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa bahari, yakni bangsa yang memiliki budaya maritim. Bahkan, Hukum Laut Internasional 1982 menyatakan Indonesia adalah negara kepulauan sehingga sejatinya Bangsa Indonesia tidak saja sebagai bangsa bahari melainkan sebagai bangsa maritim, yakni bangsa yang mampu mengoptimalkan sumber daya lautnya demi kesejahteraan nasional.

“Lima tahun terakhir TNI Angkatan Laut dipandang sebagai salah satu agent of change dalam transformasi Bangsa Indonesia menjadi bangsa maritim,” ujarnya.

Sosialisasi dan implementasi pembangunan nasional berdasarkan visi Poros Maritim Dunia kepada masyarakat baik di dalam negeri maupun luar negeri menjadi tugas TNI Angkatan Laut. Berbagai tantangan harus dihadapi dengan strategi yang tepat sesuai indikator “ends” yang terukur jelas, “process” yang transparan dan akuntabel, serta “means” yang terstruktur secara sistematis.

Selanjutnya, bagian ketiga buku ini membahas peran penting TNI Angkatan Laut dan geopolitik maritim Indonesia di kawasan Asia Tenggara.

Berbagai inisiatif untuk mempertahankan stabilitas keamanan maritim merupakan agenda eksternal yang membutuhkan kemahiran diplomasi Angkatan Laut. Kerjasama dengan Angkatan Laut ASEAN semakin lebih mengemuka tatkala tahun 2015 telah dicanangkan ASEAN Community.

“Beberapa program aksi di bawah kerangka ASEAN Political-Security Community dinilai sebagai inovasi TNI Angkatan Laut untuk memperkokoh kesatuan dan soliditas ASEAN menuju Ketahanan Regional di kawasan Asia Tenggara,” paparnya.

Sangat disadari bahwa berbagai inisiatif tersebut tidaklah mudah diterima namun TNI Angkatan Laut berusaha konsisten dalam komitmen menjaga kepentingan nasional Indonesia tetap harmonis dengan kepentingan ASEAN Community dan kepentingan masyarakat internasional.

Berikan Pemahaman Komprehensif

Laksda Octavian pun berharap pembahasan menyeluruh ketiga bagian buku secara berurut mampu memberikan pemahaman yang holistik dan komprehensif tentang kolaborasi ketiga entitas, TNI Angkatan Laut, Poros Maritim Dunia dan ASEAN. Pemahaman yang proporsional dapat menjadi perspektif sekaligus paradigma dalam mengembangkan wacana, gagasan dan prakarsa baru untuk meletakkan tatanan dunia terkini menuju ke arah yang lebih baik.

Pemahaman yang sama juga dapat dimanfaatkan mengembangkan metodologi baru dalam hubungan internasional antar Angkatan Laut dan antar negara pada skala yang lebih kompleks. “Maritim adalah masa depan Bangsa Indonesia dan seluruh bangsa lain di planet bumi ini”.

Tidak lupa, Laksda Octavian sebagai penulis juga menyampaikan permohonan maaf. Sebab, ia menilai, bahwa buku ini masih jauh dari kesempurnaan.

“Saya mohon maaf atas kesalahan dan/atau kekurangannya. Berbagai saran dan kritik membangun sangat diharapkan sebagai masukan untuk perbaikannya,” katanya.

Selain permintaan maaf, Perwira Tinggi (Pati) TNI AL yang menyandang bintang dua dipundaknya ini juga ikut menyampaikan jcapan terima kasih kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.A.P. dan Wakil Komandan Seskoal baik Laksamana Muda TNI Cokky Hutabarat maupun Laksamana TNI Tatit E. Witjaksono dan Kepala Pusat Kajian Maritim Kolonel Laut (P) Suharto Ladjide serta semua pihak yang telah membantu dengan penuh semangat.

” Akhir kata, penulisan buku ini juga tidak mungkin terselenggara tanpa doa restu dari kedua orangtua dan dukungan dari keluarga, istriku Anna, dan ketiga anakku Jordy, Arya dan Wildan. Terima kasih atas limpahan cinta dan kasih sayangnya yang selama ini tiada hentinya diberikan kepada saya,” tutup Laksa Octavian dalam pengantarnya. (Def)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here