Tahun 2020, Semua Kelurahan di Kota Kupang Sudah Bentuk GT-TPPO

BERITABUANA.CO, KUPANG – Saat ini baru 39 Kelurahan yang memiliki Gugus Tugas Trafficking Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-TPPO), diharapkan pada tahun 2020 seluruh kelurahan yang berjumlah 51 Kelurahan di Kota Kupang. sudah terbentuk.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Kupang, C.R.Nuri Soengkono di Kantor Walikota Kupang, Rabu (20/11/2019).

“Sosialisasi terus kami galakan, diharapkan tahun depan 51 Kelurahan yang ada di Kota Kupang sudah membentuk GT-TPPO, agar dapat deteksi lebih dini kasus-kasus TPPO yang ada di wilayahnya,” jelas Nuri Soengkono.

Menurut Nuri Soengkono, regulasi dari pusat bahwa Ketua Tim Teknis GT-TPPO ini adalah Dinas P3A yang membawahi lima sub yang diatur dalam SK Walikota Kupang nomor 60 Tahun 2018.

“Kota Kupang ini tempatnya korban yang datang dari luar, yang memang akan ditangani oleh Pemprov NTT. Sehingga kita lebih banyak pada pencegahan,” papar Nuri Soengkono.

Pencegahan ini, lanjutnya, dilakukan di kelurahan-kelurahan, untuk itulah perlu dibentuk community work du kelurahan.
“Untuk mendeteksi dini, masyarakat lah yang lebih tahu, kami ditingkat atas kadang-kadang tidak tahu pergerakan dibawah,” kata Nuri Soengkono.

Lebih lanjut dikatakan Nuri Soengkono, selain melakukan sosialisasi, juga akan memberikan bagi para Ketua Rukun Tetangga (RT) dengan membuat Standard Operasional Prosedur (SOP), sehingga laporan yang dibuat tidak simpang siur lagi.

“Kadang dalam satu kamar kos ditempati beberapa orang dan dalam waktu yang lama, hal ini jarang menjadi perhatian ketua RT setempat, padahal itu dalam rangka dipekerjakan ke luar daerah,” tegas Nuri Soengkono.

Untuk itu, tambah Nuri Soengkono, akan dioerkuat di lapangan dengan membentuk GT-TPPO du kelurahan. (iir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here