Mardani: Penurunan Ambang Batas Dalam Pilkada, Munculkan Kontestasi Cantik

Anggota Fraksi PKS MPR RI, Mardani Ali Sera memberikan paparan pada diskusi Empat Pilar MPR.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyebutkan bahwa adanya ambang batas 20 persen kursi di DPRD, ternyata membuat 67 perse Kepala Daerah pecah kongsi dengan wakilnya pada periode kedua.

“Karena sebenarnya mereka tidak ingin bersama,” ungkap Mardani kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (20/11/2019).

Mardani juga mengatakan, dengan menurunkan ambang batas dari 20 persen menjadi 7 persen, maka akan ada sekitar 5 sampai 7 pasangan calon kepala daerah. Sehingga memunculkan kontestasi yang cantik.

Selain penurunan ambang batas, memangkas waktu kampanye menjadi 30 hari, penggunaan e-voting dan e-rekap juga dianggap bisa menyederhanakan prosedur pemilihan kepala daerah langsung. Penyederhanaan itu juga diyakini dapat memangkas biaya yang harus dikeluarkan.

“Jika memang sudah menjadi keputusan bersama, maka DPR bisa membuat aturannya dan pilkada menjadi pilkada rakyat yang efektif dan efisien. Disamping itu, pilkada langsung juga menghasilkan kepala daerah yang tidak berasal dari parpol, namun memiliki kapasitas dan integritas,” kata dia.

Namun sebaliknya, jika pilkada tidak langsung, maka menurut Mardani yang muncul adalah oligarkhi, dimana partai politik yang menentukan siapa yang akan dicalonkan.

“Padahal, yang diajukan oleh parpol belum tentu dekat dengan masyarakat,” tutup politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu. (Asim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here