BERITABUANA.CO, JAKARTA – Kisah horror urban legenda menarik perhatian Hitmaker Studios dengan merilis film berjudul Rumah Kentang: The Beginning. Film yang disutradarai Rizal Mantovani ini akan tayang mulai tanggal 21 November 2019 di bioskop bioskop.

Padahal pada tujuh tahun lalu, Hitmaker pernah membuat film dengan judul sama yang dibintangi Shandy Aulia dan sutradara Jose Purnomo.

Namun menurut produser Hitmaker Studio, Rocky Soraya, Rumah Kentang:The Beginning ini sama sekali berbeda dengan sebelumnya.

Ia pun telah meriset kedalaman kisah horror legenda ini yakni, ada empat kisah tentang rumah kentang, diantaranya rumah kentang di Dharmawangsa, di Depok dan yang terkini ini diambil dari kisah rumah kentang dengan latar tempat Pengalengan, Bandung.

“Ini sama sekali berbeda, the look, penyutradaraannya. Tidak ada kemiripan,” tegas Rocky di hadapan media saat pemutaran perdana Rumah Kentang:The Beginning, di Plaza Indonesia, pada 15 November 2019.

Hal ini juga diakui Rizal Mantovani, bahwa ini skenario tersulit yang dituangkan ke dalam cerita. “Film yang sulit secara emosional,” ujar sutradara film Jelangkung ini.

Film ini dibintangi Luna Maya dan Christian Sugiono yang pernah main bersama sebagai suami istri di film horror Sabrina.

Adrian (Christian Sugiono) seorang penulis novel yang  buku bukunya mulai ditinggalkan pembacanya. Untuk menulis novel terbarunya, ia bersama Sofie (Luna Maya) istrinya beserta ketiga anaknya, Nina, Nala dan Bayu kembali ke rumah masa kecil Sofie di tengah perkebunan kentang yang sudah lama tidak dikunjungi sejak kedua orang tua Sofie menghilang tanpa jejak. Sesampai mereka di sana, mulai banyak gangguan terjadi dan tidak mereka hiraukan, sampai akhirnya anak tertua mereka, Nina juga menghilang tanpa jejak. Warga desa memberitahu bahwa rumah itu lebih buruk dari apa yang mereka bayangkan.

Sebagaimana layaknya kisah horror yang biasanya hanya menampilkan adegan yang mengejutkan, suara seram atau banyak mengambil adegan di waktu malam, film ini lebih menampilkan horror klasik yang setia pada alur dengan banyak menampilkan sisi sisi emosional setiap karakter.

Dan Hitmaker berharap banyak film produksi terkini ini akan mendulang sukses dari sisi perolehan penonton seperti film film horror produksi Hitmaker terdahulu. (EFP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here