Perusahaan Sawit Malaysia Apresiasi Layanan Paspor “Jemput Bola” KJRI Kuching

BERITABUANA.CO, KUCHING (MALAYSIA) – perusahaan kelapa sawit di Sarawak, di Malaysia sangat mendukung kegiatan pelayanan paspor “jemput bola” yang dilakukan Konsulat Jenderal Republik lndonesia (KJRI) di Kuching.

“Kami tentunya sangat mendukung adanya program pelayanan pembuatan paspor jemput bola yang dilakukan oleh KJRI Kuching kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kerja di perusahaan kami,” kata Staf Sime Darby Plantation Sarawak Sdn Bhd, Wan Sopan Sofian bin wan Muhammad, di Bintulu, Senin (18/11/2019).

Adanya pelayanan jemput bola ini katanya, perusahaannya sangat terbantu. Khususnya kepada PMI dalam mengurus atau memperpanjang paspor dan permit kerja mereka sekaligus, karena tanpa harus mengganggu pekerjaan mereka.

“Biasanya, kalau ingin mengurus paspor, mereka harus ke KJRI di Kuching, karena jaraknya jauh mereka harus menginap di sana dan bisa empat hari. Selain memakan waktu lama juga memerlukan biaya yang besar untuk makan dan minum serta sewa kamar,” katanya.

Nelsiana Bonusu (27) salah seorang PMI asal Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi upaya jemput bola yang dilakukan KJRI Kuching untuk perpanjangan paspor.

“Saya masuk ke Sarawak Malaysia ini sejak 2016 lalu. Saya termasuk beruntung bisa mendapatkan pelayanan pembuatan paspor melalui sistem jemput bola, sehingga tidak perlu ke Kuching dan cukup di perusahaan tempat bekerja saja, karena pihak KJRI datang sendiri. Dan pelayanannya juga sangat mudah dan cepat yang persyaratan sudah lengkap,” katanya.

Nelsiana mengaku, ia bersama suami membawa anaknya bekerja di perusahaan sawit Sime Darby Plantation Sarawak Sdn Bhd, hal itu dilakukan untuk mencari rezeki di Malaysia guna merubah hidup keluarganya lebih baik lagi.

“Dengan perhatian pemerintah lndonesia terhadap para PMI termasuk kami ini, kami ucapkan banyak terima kasih khususnya kepada KJRI Kuching,” katanya.

Dirjen lmigrasi Ronny F Sompie, mengaku sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan KJRI Kuching dalam memberikan layanan prima.

” Ini memutus rantai birokrasi, sebaiknya hal ini dilakukan di KJRI tempat lain yang berbatasan dengan negara lain,” tandas Ronny. (nico)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here