Polisi Jakarta Gulung Mafia Rumania Pembobol ATM

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Tidak ada kejahatan yang sempurna. Adagium ini berlaku juga bagi sindikat internasional pembobol ATM asal Rumania yang berhasil digulung tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, pekan lalu.

Jaringan Mafia Rumania yang menggunakan modus operandi skimming (kloning) ATM dalam aksinya di Jakarta, diduga telah menggasak miliaran rupiah dari para pemilik kartu ATM. Namun satu pelaku, Solomev terpaksa ditembak mati polisi, karena karena berusaha kabur dalam penyergapan.

“Anggota terpaksa melumpuhkan pelaku, karena tak mau menyerah dalam penyergapan. Kematian pelaku adalah ekses dari tindakan tegas anggota,” ungkap Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto.

Keberhasilan polisi Jakarta, mengungkap jaringan internasional pembobol ATM ini telah mensejajarkan tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dengan polisi di negara-negara maju, seperti Federal Bureau lnvestigation (FBI), Australian Federal Police (AFP), Jepang dan lndia.

Terbukti, dengan segala keterbatasan yang ada, tim pimpinan Kombes Suyudi, berhasil mengungkap jaringan yang juga beraksi di sejumlah negara lain seperti lndia, AS, Meksiko, Jepang, Filipina, Brasil, Kolombia, China, Malaysia dan Fiji. Keberhasilan ini mendapat apresiasi pimpinan, karena kejahatan ini bisa mengguncang perekonomian terutama perbankan dan sangat meresahkan masyarakat.

Kejahatan skimming, ini tengah marak di dunia. Dan fenomena yang terjadi, jaringan kejahatan ini berasal dari Rumania dan Bulgaria, dua negara yang semula bergabung ke blok timur (Rusia).

Sebelumnya, mereka telah beraksi di sejumlah kota besar di lndonesia, seperti Bandung, Semarang, Surabaya dan wilayah Bali.

Berkat pengalaman yang panjang di bidang reserse menjadikan Kombes Suyudi, lulusan Akpol 1994 ini berhasil mengungkap kejahatan skimming yang kini mengglobal.

“Penggunaan kartu ATM memang rawan terhadap aksi kejahatan perbankan seperti kloning kartu atau skimming, penyadapan via SMS dan penggunaan alat penyadap,” jelas Suyudi yang juga mantan Kapolres Jakarta Pusat ini.

Suyudi, mengimbau masyarakat lebih hati-hati dan waspada saat berada di ruang ATM. Jika menemui hal-hal yang mencurigakan sebaiknya batalkan transaksi.

“Guna menangkal kejahatan, sebaiknya setiap orang menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Kalau itu dilakukan, sedikitnya sudah membantu tugas polisi,” ujar ayah 7 orang putra putri ini. (Nico Karundeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here