Fraksi Demokrat DPR Apresiasi Kinerja Pemerintahan Saat Ini

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono. (Foto: Pemberitaan DPR)

BERITABUANA.CO, BANDUNG – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono mengapresiasi pemerintah saat ini yang dinilainya telah meneruskan pembangunan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Kami, memberikan apresiasi kepada seluruh stake holder yang mengembangkan proyek besar dan bisa membanggakan bangsa kita karena program ini tidak lahir dalam 1 hari tapi melalui proses yang panjang,” ujar Ibas sapaan Edhie Baskoro saat Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi VI DPR RI di Bandung, Jawa Barat, Jumat kemarin (15/11/2019).

Pembangunan yang dimaksud Ibas adalah proyek yang diresmikan di masa kepemimpinan Presiden SBY, yaitu kereta api jalur ganda (double track) Jakarta-Surabaya.
Menurutnya, sejak dioperasikan pada Juli 2014 silam, geliat ekonomi masyarakat meningkat. Kini, proyek serupa bernama Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) juga diapresiasi Ibas.

“Proyek ini telah ada sejak tahun 2008 di era Presiden SBY,” katanya seraya menjelaskan, sudah ada roadmap pembangunan infrastruktur yang tertuang dalam Perpres RI Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

“Dan saya pikir kita sudah punya roadmap sejak MP3EI tidak hanya double track. Pak Jokowi sudah gariskan ini dalam proyek nasional,” tambah Ibas lagi.

Dirinya menuturkan Komisi VI DPR ingin pastikan proyek ini berhasil pada 2021 nanti dan segala aturan main termasuk aspek, seperti keamanan, lingkungan, kualitas dan sebagainya dapat benar-benar terjaga dalam proyek besar ini.

Proyek Pembangunan KCJB

Adapun, terkait pembangunan KCJB Ibas berharap agar kereta cepat ini nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat

“Kita kejar tidak hanya kemanyamanan dan efisiensi, tetapi juga seberapa besar kereta cepat ini berpeluang meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ibas pun berpesan kepada pemerintah agar proyek ini selesai tepat waktu dan tidak menganggu investasi serta cash flow. Menurutnya, konektifitas antar daerah akan menciptakan iklim bisnis yang baik.

Diketahui, pembangunan KCJB diperkirakan rampung pada 2021. Pada November tahun ini, progres pembangunan proyek kereta dengan jarak tempuh 142,3 km ini sudah mencapai 36,01 persen. Pembebasan lahan pun sudah mencapai 99,06 persen.

Meski sempat dilanda masalah, proyek ini tetap berjalan dengan komitmen menggandeng Tiongkok untuk berkerjasama dengan BUMN Indonesia. (Rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here