Kapolri Tindak Tegas Kapolres Terlambat Ikut Apel Kasatwil di Depok

by -
Lambaian tangan sang Kapolri baru Komjen Pol. Idham Aziz ditengah Pimpinan DPR RI. (Foto: Min)

Sikap tegas yang ditunjukan Kapolri Jenderal Idham Azis tidak main-main. Mantan Kabareskrim ini langsung berbuat meminta Propam dan Itwasum Usut Kapolres “Bermain” Proyek. Dan langsung menindak Kapolres yang terlambat ikut Apel Kasatwil

Kapolri Jenderal Idham Azis

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Makna motto orang Bugis “Taro ada Tarogau” yang artinya Satu Kata dan Perbuatan, yang diadopsi menjadi nama Korem di Mamuju (d/h Pare-Pare) Kodam XlV Hasanuddin, bisa identik dengan sikap tegas Kapolri Jenderal Pol ldham Azis dalam memimpin jajarannya.

Betapa tidak, Idham Azis yang baru 2 pekan lalu dilantik menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo, secara tegas bertindak sesuai komitmennya memperkuat sistem pengawasan terhadap anggotanya di lapangan.

Terbukti, hanya selang sehari Idham Azis menyatakan, akan menindak Kapolres yang bermain proyek serta kurang disiplin, ketika berbicara di depan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah ( Forkominda), di Sentul Internasional Convention Center (SICC), mantan Kabareskrim ini mulai bertindak tegas.

Saat memimpin Apel para Kasatwil, terdiri Kapolda dan Kapolres se lndonesia di acara HUT Brimob Polri, Idham Azis menindak tegas seorang Kapolres yang terlambat datang masuk barisan. Melihat tingkah oknum Kapolres tersebut, Idham Azis, segera memerintahkan propam untuk menindak perwira berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) itu.

“Kapolri Minta Propam dan Itwasum Usut Kapolres “Bermain” Proyek”

“Oknum Kapolres yang mendapat hukuman itu, berasal dari satu kabupaten di Provinsi Riau,” ungkap sumber www.beritabuana.co di Mabes Polri yang hadir dalam apel kasatwil tersebut.

Sumber itu juga menyebutkan, oknum Kapolres itu bakal terancam dicopot dari jabatannya, walaupun baru sebulan lebih menjabat.

Ternyata, tindakan tegas itu juga disusul dengan perintah Idham Azis, kepada Propam dan Itwasum Polri, untuk mengumpulkan data menyelidiki adanya laporan keterlibatan sejumlah Kapolres yang meminta proyek kepada bupati dan walikota di wilayahnya.

“Ternyata apa yang diungkapkan pak Kapolri kemarin di Sentul tidak main-main, tapi langsung ditindaklanjuti,” ungkap sumber lainnya di Mabes Polri, tadi malam.

Memang, Presiden Joko Widodo sebagai Keynot Speaker, dalam acara Forkominda di SlCC, tersebut, sempat mengungkapkan adanya laporan, oknum Kapolres dan Kejari yang “memeras” pengusaha setempat.

“Kalau masih ada Kapolres dan Kejari berbuat seperti itu agar segera dicopot,” tutur Jokowi. (nico)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *