Fahri Hamzah: Jangan Salahkan Orang Kalau Partai Pecah

Waketum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah.

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang juga mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah mengatakan kepada petinggi PKS supaya jangan menyalahkan pihak lain, jika internal partai mereka pecah.

“Kalau partai pecah, harusnya pemimpin yang bertanggung jawab, bukan menyalahkan orang lain,” sindir Fahri dihubungi wartawan, Jumat (15/11/2019) menanggapi pernyataan petinggi PKS terhadap pendirian Partai Gelora yang notabene pecahan kader PKS.

Malah, Fahri menyarankan kepada pemimpin PKS lah yang mestinya mengundurkan diri, karena tidak bisa menjaga soliditas partai.

“Jadi kalau orang pecah, pertanyaannya itu di bawah kepemimpinan siapa? Harusnya menyalahkan diri dan bahkan mengundurkan diri,” saran mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu.

Dia menyebut, logika demikian tidak dianut oleh PKS era saat ini. Mengapa? Karena petinggi PKS merasa tidak mungkin salah.

“Tapi di PKS tak ada logika semacam itu, yang ada pemimpin nggak mungkin salah. Itu yang menyedihkan sampai kapan pun,” kata inisiator Ormas Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu.

Bahkan Fahri mengatakan kalau pimpinan PKS saat ini tidak bertanggung jawab. Karena, partainya tengah bergejolak justru yang disalahkan malah orang lain.

“Nah ini yang sebenarnya budaya kepemimpinan yang tak bertanggung jawab dan memang susah, karena feodalisme menyatu dengan kekuasaan. Sehingga nggak ada koreksi kepada pimpinan,” pungkasnya.

Sebelumnya, politikus PKS Tifatul Sembiring mengingatkan pada kader lainnya agar keluar dari partai jika ingin bergabung ke Partai Gelora Indonesia. Dia ingin tidak ada kader PKS yang main ‘dua kaki’.

“Bagi saya pilihan bebas tapi kalau sudah memilih silakan keluar dari PKS. Jangan istilahnya mendua itu. Terus merekrut kader-kader di dalam,” kata Tifatul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis kemarin (14/11/2019).

Tifatul tidak mempermasalahkan jika ada kader PKS yang pindah. Tetapi dia ingin tidak ada pihak yang sengaja mengacak-acak internal partai yang dipimpin oleh Sohibul Iman itu.

“Silakan saja. Kalau bagi saya sih mereka membuat partai baru monggo, tapi jangan ngacak-acak lagi di sini (PKS),” ungkapnya. (Aldo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here