Wapres Ma’ruf Amin: Indonesia Jangan Hanya Jadi Negara Tukang Stempel Produk Halal

Wapres RI, Ma'ruf Amin saat menghadiri acara 6th Indonesia Sharia Economic Festival di Jakarta Convention Center, Jakarta. (Foto: Antara)

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebut Indonesia saat ini merupakan konsumen produk halal terbesar dunia. Namun dari sisi produksi, Indonesia masih tertinggal dibanding negara lain.

“Kita jangan hanya jadi negara tukang stempel produk halal. Harus jadi produsen produk halal yang diekspor ke berbagai negara,” kata Ma’ruf dalam acara 6th Indonesia Sharia Economic Festival di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Tak hanya kalah dari sisi produksi produk halal, menurut Ma’ruf, Indonesia juga tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain dalam hal pengembangan keuangan syariah. Ia menjelaskan, pangsa pasar keuangan syariah baru mencapai 6,8% hingga Januari 2019.

“Angka ini jauh tertinggal dibanding negara muslim lainnya, seperti Malaysia yang mencapai 28,2%, Mesir sebesar 9,5%, dan Pakistan sebesar 10,4%,” sebutnya.

Karenanya, Wapres pun menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia bisa melampaui negara-negara itu. Ma’ruf optimis ekonomi syariah mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kami akan terus mengejar ketertinggalan agar bisa seperti negara dengan mayoritas umat muslim lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Refinitiv mencatat, peringkat Islamic Finance Development Indicators (IFDI) Indonesia tahun ini naik ke posisi empat dunia. Tahun lalu, Indonesia berada pada peringkat sepuluh sistem keuangan syariah terbaik di dunia.

Dalam peringkat ini, Malaysia berada di posisi pertama, disusul oleh Bahrain dan Uni Emirat Arab di posisi dua dan tiga.

Menurut Refinitiv, naiknya peringkat Indonesia salah satunya didorong oleh perkembangan aset keuangan syariahnya di mana tahun ini bertambah sekitar 5% menjadi US$ 86 miliar.

Berdasarkan laporan IFDI tahun 2019, aset industri keuangan Syariah Indonesia tumbuh sebesar 3% dari US$ 2,4 triliun pada 2017 menjadi US$ 2,5 triliun pada 2018. (Donna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here