Pesan Keprihatinan dari Bandung

Bung Karno.

Oleh: Jacobus K. Mayong Padang

Jacobus K Mayong Padang.

SELAMAT pagi semua, semoga sehat. Mari kita, pencinta Bung Karno, pencinta Indonesia memulai langkah untuk mewujudkan apa yang populer dikutip dari Bung Karno ‘JAS MERAH’ Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Populer dan selalu dikutip, tetapi apa yang terjadi di Bandung ? Situs-situs Bung Karno diabaikan, tidak terawat, tidak dimunculkan, dibiarkan terbengkalai. Sungguh keadaan yang menyedihkan, sangat ironis dengan pesan Bung Karno yang populer dan sering dikutip para pejabat, para elit politik: ‘JAS MERAH’.

Keadaan itu sungguh-sungguh memprihatinkan, menyedihkan, dan berlangsung selama puluhan tahun setelah Bung Karno dengan mengerahkan seluruh energinya memerdekakan bangsa ini, yang hari ini kita nikmati. Itulah sebabnya, pengunjung yang datang ke Bandung dari sudut manapun di  Nusantara ini, dan lalu berkelana di kota yang dulu dijuluki Paris Van Java ini, tidak akan pernah melihat tanda-tanda apapun tentang Bung Karno. Yang memenuhi setiap perempatan, patung harimau yang siap menerkam. Padahal Bung Karno lebih garang dari harimau itu. Dan, Bung Karno garang bukan untuk mengenyangkan dirinya seperti harimau yang patungnya  memenuhi Kota Bandung, melainkan untuk mengenyangkan puluhan juta penghuni Nusantara ini, mengenyangkan  bathin dan pisik, terutama untuk berjuta-juta kaum Marhaen yang menggelisahkan dirinya terus menerus setelah peristiwa Cigereleng, pertemuan Bung Karno – Marhaen 1 Oktober 1923 pukul 10.00 WIB pagi,  saat mentari sedang ganas membakar kulit Marhaen di tengah sawah.  

Soekarno Parque

Entah emosional apa yang memicu warga nun jauh di belahan bumi yang di batasi samudera yang teramat luas, kepentingan apa yang mendorong pemerintah Mexico yang teramat jauh dari kota Bandung,  untuk membangun Soekarno Parque, Taman Soekarno dan dengan patungnya sekaligus di tempat yang strategis dan diresmikan September silam. Mungkin, Bung Chepy Wartono, Dubes RI di Mexico tahu saya getol meneriakkan pikiran Bung Karno sewaktu masih sama-sama di Senayan, sehingga beliau mengirim WA penjelasan tentang pembuatan patung itu. Meski di biayai pemerintah RI, Pemerintah Mexicolah yang berinisiatif dan menyiapkan lokasi sejak lama. Hanya saat itu, Orde Baru masih berkuasa dan tak merestui rencana tersebut.

Sungguh menyedihkan sikap, perlakuan Orde Baru terhadap Bung Karno. Bahkan ke tempat yang  sejauh itu pun, mereka harus intervensi, tidak mengizinkan pendirian patung Bung Karno.

Bandung Kota Bersejarah kering simbol sejarah

Aneh, sungguh aneh Bandung sama sekali tidak menonjolkan wajah kesejarahannya. Padahal di Bandunglah  pergulatan yang intens dan berwujud gerakan menenun Indonesia. Heran, dan amat  mengherankan kalau di Bandung kita tidak menemukan penanda Bung Karno, padahal di Bandunglah  tempat Bung Karno berkutat  menenun Indonesia.

Menyedihkan, dan sungguh menyedihkan kalau sebagian besar warga kota Bandung yang kebingungan dan tidak tahu ketika ditanya dimanakah tempat Bung Karno dulu tanpa jedah berdiskusi dengan teman-temannya dan siang malam berpikir untuk memerdekakan Indonesia.

Dan yang paling mengesalkan, koq tidak ada yang perduli dengan kondisi ini ?

Gugatan Baru dari GIM

Kegemasan atas kondisi itulah menggugah PeBeBe, Pemerhati Bandung Bersejarah bersama sekelompok masyarakat pencinta Indonesia, yang terdiri atas berbagai unsur dan muncul dari berbagai latar belakang, mulai dari pinggir jalan sampai kampus, dari aktifis sampai penjual kopi, melebur dalam suasana kegemasan, Sabtu lalu 9 Nov 2019 pk 17 .00 mengeluarkan gugatan baru dari GIM (Gedung Indonesia Merdeka-Landraad Bandung, tempat dimana dulu Bung Karno diadili, menggugat penjajah); 

* Wujudkan Bandung   sebagai kota bersejarah.

*  Bebaskan kaum Marhaen dari kemelaratan.

Kenapa dari GIM ? 

Karena impian luhur Bung Karno yang dikumandangkan dari gedung tsb hampir seabad silam belum mendapat perhatian secara serius; kemakmuran, keadilan sosial yang melahirkan ‘kesejahteraan lahir bathin’. Sekali lagi, ini pesan penting dari seorang bapak pendiri bangsa; ‘JASMERAH, Jangan Sekali_kali Meninggalkan Sejarah’.

Pinggir Kota Bandung Selasa, 12 November 2019.

#BandungBersejarahBungKarno. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here