Bisnis MRO Bepotensi Raup Untung Miliaran Dolar, Tapi Terkendala Lahan

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Bisnis Mantanance, Repair and Overhaul (MRO) berpotensi menghasilkan keuntungan miliaran dolar Amerika, tetapi hanya sekitar 40 persen yang dapat dimanfaatkan MRO dalam negeri, disamping kendala lahan disekitar bandara, juga sumber daya manusia (SDM) yang masih terbatas.

Hal itu diungkapkan Ketua Indonesia Aircraft Maintenance Association (IAMSA), Rowin Hardjoprakoso Mangkoeaoebroto disela acara pembukaan Indonesia’s 7 Premier MRO Conference & Exhibition, Rabu (13/11/2019) dibilangan Harmoni, Jakarta Pusat.

Menurutnya, Aviation MRO Indonesia (AMROI) berkembang pesat, namun nilai bisnis MRO di Indonesia adalah sekitar USD1 miliar dan pasar yang dapat diserap di Indonesia hanya sekitar 45%.

Conference dan Exhibition, yang berlangsung dua hari menghadirkan sejumlah narasumber antara lain dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto, Deputy Director of The Air Navigation Bureau, ICAO, Catalin Radu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta para CEO Maskapai dan Pelaku Industri MRO.

Rowin menuturkan, berdasarkan sejarah selama lima tahun terakhir, pertumbuhan pasar MRO Indonesia lebih besar dari pertumbuhan kapasitas dan kemampuan. “MRO di Indonesia harus siap untuk menyerap permintaan pasar dengan mempercepat pengembangan kapasitas dan kemampuan melalui kerja sama dengan MRO asing,” ujarnya.

Untuk itu, jelas Rowin, IAMSA ingin memfasilitasi kerja sama antara anggota IAMSA dan pemain global potensial dalam industri penerbangan, khususnya MRO.

Dikatakan, dalam AMROI 2019 membahas bidang-bidang utama antara lain mempromosikan industri MRO Indonesia sebagai sektor strategis di Indonesia, Dampak teknologi baru dan inovasi dalam Industri MRO Penerbangan Indonesia, Mengembangkan Sumber Daya Manusia untuk memenuhi tuntutan Industri MRO yang sedang tumbuh, Pengembangan taman Aerospace dan pusat ekonomi di Indonesia, Memperkenalkan Pusat MRO baru di dalam dan di luar Jawa.

“AMROI 2019 akan berfungsi sebagai platform jaringan dan pemasaran yang penting bagi maskapai penerbangan Indonesia, penyedia MRO dan pemain industri internasional untuk bersatu dan mendukung meningkatnya kebutuhan untuk membangun industri MRO penerbangan Indonesia,” ungkap Rowin.

Rowin menambahkan, memang ada peluang eksklusif untuk membangun hubungan baru, berjejaring antara Indonesia atau pemain lokal dengan perusahaan internasional melalui acara “Meet-the-Buyer”. (Yus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here