Kejaksaan Eksekusi Terpidana Kokos Leo Lim ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur

BERITABUANA.CO, JAKARTA – Intelejen Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengamankan seorang buronan, bernama Kokos Leo Lim saat sedang berobat di Rumah Sakit Jantung, Bina Waluya, Jakarta Timur.

Terpidana yang merupakan Direktur Utama PT Tansri Madjid Energi (TME) ditangkap setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus korupsi pengadaan batubara di PT Perusahaan Listri Negara (PLN).

“Penangkapan ini merupakan buronan ke-146 yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan. Selanjutnya, terpidana langsung kita eksekusi di Lapas Cipinang untuk menjalani hukumannya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Dr.Mukri kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Selain melakukan penangkapan, lanjut Mukri, pihaknya juga akan mengeksekusi uang negara yang hilang akibat perbuatan tindak pidana korupsi yang dilakukan terpidana sebesar Rp477 miliar.

“Uang itu sudah di titipkan di RPL, dalam waktu dekat bakal dieksekusi juga dan disetorkan ke kas negara,” kata Mukri menambahkan.

Menurutnya, Kokos Leo Lim telah dibebaskan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), namun Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

“Kemudian pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung, dia (Kokos) dinyatakan bersalah dengan ancaman pidana penjara empat tahun dan terbukti melakukan tindak pidana korupsi,” kata Mukri yang juga mantan Wakajati Yogyakarta ini.

Seperti diketahui, Kokos Lio Lim sebelumnya didakwa terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan batu bara Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Muara Enim, Sumatra Selatan yang merugikan negara Rp477 miliar.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, menjatuhkan vonis bebas kepada Kokos Leo Lim. Mejelis hakim menyatakan Kokos tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan membebaskan Kokos dari semua dakwaan.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kajari Jaksel yang menuntut Kokos agar divonis penjara selama empat tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan sekaligus dikenakan hukuman pembayaran uang pengganti sebesar Rp 477,359 miliar. Oisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here