BERITABUANA.CO, JAKARTA – Dalam setiap bidang, jiwa kepemimpinan selalu dibutuhkan. Pemimpin yang transformasional. Ini yang menjadi latar kesuksesan DR. I Ketut Mardjana. Pemilik dan General Manager Toya Devasya, Natural Hot Spring di Gunung Batur, Kintamani, Bali ini menerima penghargaan Indonesia Most Leading Leader Award 2019 dari Indonesia Achievement Center, katagori The Most Inspiring Leader of Change and Executive Figure of the Year.

Ketut diberi penghargaan ini karena dinilai dengan kepemimpinannya, mampu melakukan perubahan signifikan yang serasi dengan akselerasi kemajuan perekonomian Indonesia. Penilaian dilakukan tim juri dari kalangan professional dan pebisnis independen yang menjaga kompetensi dan objektifitas.

“ Semua bidang tidak lepas dari pemimpin. Sebagai pemimpin harus mampu berkembang, berani mengambil keputusan, harus bisa menjadi panutan dan mengikuti irama. Dalam suatu organisasi, peran pemimpin sangat penting. Tidak saja pemimpin yang transformasional yang menghayati kewirausahaan, sosial, politik, budaya, dan mampu melakukan perubahan,” kata Ketut di hadapan media, di Harmony Room, Hotel Santika Premier, pada Jumat, 8 November 2019. “

Ketut bukan figur baru dalam dunia kepemimpinan. Pria asal Kintamani, Bali ini memiliki latar kepemimpinan di berbagai lembaga pemerintahan. Selama 27 tahun ia berada di Kementrian Keuangan dan telah memimpin berbagai lembaga, diantaranya, Direktur Pengembangan Usaha dan Umum PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, Direktur Eksekutif Keuangan PT CMNP Tbk, Direktur Informasi dan Pengembangan Peraturan BUMN di Kementerian Keuangan, dan menjadi komisaris di sejumlah perusahaan di antaranya Komisaris PT. Jasa Sarana, Komisaris PT Semen Gresik, Tbk, Komisaris PT Indocement Tunggal Prakasa, Tbk, Komisaris PT Semen Tonasa (Persero), Komisaris PT Kapita Asia, serta Komisaris PT Perkebunan Nusantara XI dan Direktur Utama PT.Pos Indonesia, pada 2009.

Lulusan Institut Ilmu Keuangan Jakarta dan melanjutkan pendidikan doktoral di Fakultas Ekonomi Universitas Monash, Melbourne, Australia ini, menerima penghargaan Asian Development Best Executive Awards, Asean Social and Economic Coorporate Golden Awards, People Of The Year 2011 Harian Seputar Indonesia sebagai Inspiring CEO, salah satu CEO BUMN Terbaik pilihan Majalah Tempo dan menjadi bos kantor Pos Se-ASEAN.

Di bawah kepemimpinannya ia berhasil membangunkan PT Pos dari  tidur panjangnya.  Dengan mengaplikasikan gagasan-gagasan baru melalui pemikiran – pemikiran out the box ditopang dengan gaya kepemimpinan transformasional yang memiliki vision, value dan courage. Di tahun 2008 sebelum ia menjabat, tercatat perseroan itu mengalami kerugian mencapai Rp 70,749 miliar. Namun, begitu ditangani oleh Ketut Mardjana, perseroan langsung membukukan laba sebesar Rp 98,266 miliar. Bahkan di tahun 2012 perseroan mencatat laba dua kali lipat yaitu lebih dari Rp 212 miliar dan merupakan rekor penjualan yang tak pernah terpecahkan hingga saat ini.

Di masa pensiunnya kini yang tidak lagi aktif di perusahaan pemerintah, ia membangun kampung halaman sebagai wujud bakti pada leluhur dan masyarakat dengan ikut berpartisipasi mengembangkan kawasan pariwisata Batur. Ketut fokus mengurusi destinasi wisata miliknya, Toya Devasya Hot Spring yang didirikan sejak 2002. Dan sejak 2014, ia melakukan perubahan secara progresif dan menyelaraskan destinasi air panas dengan tren pariwisata digital saat ini.

Toya Devasya Hot Spring merupakan destinasi terbesar di kabupaten Bangli, sebuah kabupaten di Bali yang tidak memiliki wilayah pantai. Letaknya persis di tepi Danau Batur, menghadap pemandangan gunung yang indah. Destinasi pemandian air panas alami ini berada di kawasan Geopark Batur Kintamani yang menyediakan 7 kolam Hot Spring, 1 kolam renang air hangat ukuran Olympic, 2 unit waterbom spiral slide, fasilitas spa dan anjungan watersport untuk menjelajah danau.

“Toya Devasya artinya air anugerah Tuhan, merupakan wisata spiritual karena banyak dikelilingi pura , yang mengedepankan wisata alam,” kata Ketut. Karena danau sekitar dianggap suci membei kehidupan seluruh Bali maka selalu ada pembersihan untuk air danau

Tempat wisata ini bukan sekadar pemandian air panas melainkan beach club di tepi danau, di dataran Kintamani yang dikenal asri dan sejuk. Tersedia pool bar menyediakan cocktail dan berbagai jenis minuman khas tepi pantai, coffee house yang menyediakan kopi asli Kintamani sebagai menu unggulan dan hidangan buffet dan ala carte dengan menu masakan Bali, Indonesia, China dan India.

Tersedia pula vila vila mewah untuk keluarga dan 2 resort untuk yang ingin berbulan madu. Termasuk fasilitas untuk camping dengan adanya tenda tenda regular dan semi glamor yang ingin dekat ke alam. Toya Devasta yang jauh dari keramaian pantai di Bali bagian selatan, tetap dikenal mendunia melalui kanal kanal digital. Turis yang menjadi pelanggan tetap, berasal dari China, Jepang dan India, 20 persen berasal dari domestik.Per tahun destinasi yang bermukim di wilayah kaldera ini dikunjungi sekitar 300 ribu wisatawan atau sekitar 850 wisatawan setiap harinya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Desember 2018, jumlah kunjungan wisatawan ke Bangli naik sebesar 22,64 persen selama satu tahun terakhir dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sekitar 500 ribu orang. “Tahun 2020 rencana saya akan bangun hotel. Dan tahun 2021 hingga 2022, rencana untuk IPO,” kata Ketut. (EFP)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here